Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BTK, Terduga Teroris Asal Prambanan Klaten yang Tak Dikenal Tetangga

BTK, Terduga Teroris Asal Prambanan Klaten yang Tak Dikenal Tetangga pengamanan teroris di nanggewer. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Tim Densus 88 Antiteror menangkap terduga teroris berinisial BTK (42) di jalan alternatif Wonogiri-Ponorogo, Desa Pohijo, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Minggu (30/6). Sebelum penangkapan, BTK sempat dikuntit sejak dari Solo dan Wonogiri. Penggerebekan dilakukan saat BTK yang menyetir mobil Toyota Avanza nopol B 1844 POD sampai di jalan alternatif Wonogiri-Ponorogo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, BTK yang sudah tiga tahun tinggal di Ponorogo, merupakan warga Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hal tersebut juga dibenarkan Kepala Desa Kemudo, Hermawan Krisnanto. Menurut dia, BTK merupakan warga Klaten dengan nama Budi Tri Karyanto (42), sudah 3 tahun terakhir meninggalkan rumah mertuanya di Klaten.

Berdasarkan data di buku catatan kehendak nikah, Budi berasal dari Kampung Kagokan RT 02/II, Kelurahan Pajang, Laweyan Solo. Sedangkan istri Dwi Sulityani (39) merupakan warga RT 01/X, Desa Kemudo, Prambanan, Klaten. Keduanya menikah pada akhir Februari 2008.

"Secara jelas dia meninggalkan desa ini tahun 2016. Kami tidak tahu ke mana, kalau ada kabar ke Ponorogo kami juga tidak tahu," ujar Hermawan, Selasa (2/7).

Bahkan, saat Lebaran lalu, Budi yang pulang ke rumah mertuanya di Klaten, mengaku sedang bekerja di Jakarta kepada sejumlah tetangga. Hanya saja pada surat kelahiran anaknya yang terkecil diketahui kelahiran Ponorogo.

Selama berada di Klaten, Budi memang sangat tertutup dan jarang bersosialisasi dengan tetangga. Tetangga juga tidak mengetahui kepribadian Budi. Menurut Hermawan, usai penangkapan, ada petugas yang datang dan menanyakan data lengkap dari Budi.

"Saya sendiri sampai sekarang belum pernah berinteraksi, ngobrol, atau bertemu orangnya, belum pernah. Saya hanya lihat dari foto itu saja," katanya.

Hermawan mengaku, mendengar kabar Budi terlibat teroris sejak tahun 2016 lalu. Sejak menetap di Klaten, Budi tak terlihat bekerja. Sementara istrinya (DS) berjualan pakaian dan peralatan rumah tangga keliling desa.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP