Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Brigdatar M. Adam dikenal teman sebagai sosok periang

Brigdatar M. Adam dikenal teman sebagai sosok periang rumah duka Mohammad Adam. ©2017 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Brigadir dua taruna (Brigdatar) Mohammad Adam, taruna angkatan dua Akademi Kepolisian (Akpol) warga Jalan Penghulu, Gang Murtado 21 RT 1 RW 1, Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (18/5) meninggal dunia pagi tadi. Ia diduga tewas setelah dianiaya para seniornya.

Nando begitu dia biasa disapa dikenal sebagai sosok anak periang. Rama (21) salah satu sahabatnya mengaku Nando tak pernah mengalami masalah di tempat pendidikannya. Berbagai cerita tentang Akpol yang didengar dari sahabatnya hanyalah seputar latihan-latihannya selama pendidikan.

"Kalau dia ada masalah dia pasti cerita ke saya. Paling cerita tentang pendidikan Akpol, tapi paling soal latihan-latihan aja. Enggak pernah cerita soal bullying senioritas gitu," ungkap Rama saat ditemui di rumah duka Jalan Mulyadi Nomor 21, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (18/5).

Rama pun mengaku kaget mendengar kabar Nando sahabatnya meninggal saat menjalani pendidikan. Dia tak menyangka sahabatnya yang baru ditemui 3 minggu lalu meninggal saat menempuh cita-citanya sebagai polisi.

"Tiga minggu lalu baru pulang. Main di rumah saya, masih gitar-gitaran di rumah. Memang sudah biasa setiap kali pulang pendidikan," kenang Rama.

Dia juga menambahkan, Nando merupakan sosok sahabat yang terbuka, mudah bergaul dan berprestasi. Kata dia, saat SMA, Nando sempat menjadi ketua OSIS di sekolahnya.

"Dia orangnya enggak neko-neko, berprestasi juga. Dulu pas SMA juga pernah jadi ketua OSIS di sekolahnya," ungkapnya.

Selain Rama, sejumlah teman-teman Nando saat sekolah di Jakarta pun sudah mulai berdatangan. Mereka tampak menunggu kedatangan jasad Nando untuk yang terakhir kalinya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP