Banjir yang melanda Kabupaten Kudus sejak awal Januari 2026 masih berdampak luas hingga Minggu malam (18/1/2026). Curah hujan tinggi menyebabkan genangan di puluhan desa, merendam ribuan rumah warga, lahan pertanian, serta memaksa sebagian warga mengungsi.
Berdasarkan Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir di Kudus telah merendam lebih dari 5.500 rumah di 64 desa, berdampak pada lebih dari 43 ribu jiwa, serta menggenangi sekitar 1.900 hektare lahan sawah. Hingga malam ini, tercatat lebih dari 1.800 warga masih mengungsi di sejumlah titik pengungsian, termasuk gedung milik pemerintah daerah.
Selain permukiman, banjir juga mengganggu aktivitas pendidikan. Puluhan sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP dilaporkan terdampak genangan air, sehingga kegiatan belajar mengajar belum berjalan normal di beberapa kecamatan.
Advertisement
Di tengah kondisi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Kudus.
Branch Manager BRI Kudus, Yudhiarto, mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian sosial BRI terhadap warga yang terdampak bencana alam, khususnya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Ini merupakan program kepedulian sosial BRI di wilayah Kudus. Kami menyalurkan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir di beberapa titik,” ungkap Yudhiarto kepada para jurnalis, Minggu (18/1/2026).
Lebih lanjut Branch Manager BRI Kudus itu berharap melalui program BRI Peduli TJSL, BRI berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana di wilayah operasionalnya.
“Semoga bantuan ini bisa membantu kebutuhan sehari-hari warga dan menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabanjir,” harapnya.
Advertisement
Pada kesempatan yang sama, Yudhiarto menjelaskan, paket sembako yang disalurkan berisi kebutuhan pokok berupa beras, minyak goreng, dan mi instan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang aktivitas sehari-harinya terganggu akibat banjir.
Sebanyak 1.000 paket sembako tersebut disalurkan ke tiga titik utama di Kabupaten Kudus, dengan melibatkan pemerintah desa dan pihak terkait agar bantuan tepat sasaran.
“Tiga titik penyaluran itu berada di Balai Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo; tempat pengungsian di Aula DPRD Kudus; serta di wilayah Wates, Ngemplak, dan Jetis Kapuan, Kecamatan Undaan,” jelasnya.
Rinciannya, 200 paket sembako disalurkan di Balai Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, 400 paket diberikan kepada warga yang mengungsi di Aula DPRD Kudus. Sisa 400 paket lainnya disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Wates, Ngemplak, dan Jetis Kapuan, Kecamatan Undaan.