Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BPOM gandeng Polri awasi peredaran makanan dan obat palsu

BPOM gandeng Polri awasi peredaran makanan dan obat palsu Ilustrasi obat dan makanan palsu. ©2016 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kepolisian Republik Indonesia melaksanakan penandatangan kerja sama atau nota kesepahaman dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kerja sama ini terkait ‎pengawasan dan penyidikan tindak pidana di bidang obat dan makanan. Keduanya sepakat membentuk tim Satgas Gabungan menangani kasus obat dan makanan palsu.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pembentukan tim Satgas Gabungan itu disepakati setelah Polri dengan BPOM melakukan video conference disaksikan seluruh Kapolda hingga Kapolres serta BPOM Provinsi. "Kami sepakat tingkatkan kinerja, karena soal pemalsuan makanan dan obat ini ‎hal penting menyangkut rakyat. Beberapa waktu lalu kan sempat diungkap ada vaksin palsu dan obat palsu di Tangerang," kata Tito di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (26/10).

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menyatakan dalam waktu dekat akan membuat surat telegram ke Polda hingga ke Polres untuk membentuk Satgas Gabungan bersama BPOM di wilayah masing-masing. Hal itu dilakukan sebagai bentuk keseriusan Polri dan BPOM menindaklanjuti kasus kejahatan kemanusiaan tersebut.

"Saya sudah perintahkan Kapolda dan jajaran buat satgas, meningkatkan pengawasan obat makanan termasuk penindakan makanan berbahaya obat palsu," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Penny Lukito, mengatakan dengan adanya Satgas Gabungan, pihaknya optimis bisa melindungi masyarakat dari kejahatan obat dan makanan palsu. Selain itu, ini juga bukti pemerintah hadir melindungi warga negaranya. "Adanya Satgas ini membuktikan negara hadir memerangi kejahatan kemanusiaan," pungkas Penny. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP