BPN Sebut Pemilu Harus Pertontonkan Budaya Indonesia yang Adiluhung

Sabtu, 9 Februari 2019 03:00 Reporter : Arie Sunaryo
BPN Sebut Pemilu Harus Pertontonkan Budaya Indonesia yang Adiluhung Rapat pimpinan BPN di Solo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Rapat Pimpinan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Lorin Solo Hotel, berakhir Jumat (8/2) sore. Rapat yang berlangsung tertutup dimulai pukul 10.00 WIB, dipimpin Ketua BPN Djoko Santoso dan dihadiri oleh hampir seluruh tokoh BPN.

Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno juga menyempatkan hadir dan memberikan arahan. Sandi didampingi oleh Juru bicara BPN Ferry Juliantono, Direktorat Relawan Ferry Mursyidan Baldan dan Dahnil Azhar. Wakil Ketua BPN Rachmawati Soekarnoputri, politisi PAN Hanafi Rais, Neno Warisman, Mantan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo juga turut hadir hingga rapat berakhir.

"Hari ini kami berkumpul di sini untuk membahas dan berkoordinasi piye apike (bagaimana baiknya). Apalagi ini sudah 70 hari menjelang Pemilu. Saya sebagai komandan dan Ketua BPN ingin tahu situasi di lapangan sekarang ini seperti apa," ujar Djoko saat memberikan keterangan.

Dalam kesempatan tersebut, Djoko juga meminta kepada seluruh pendukung Prabowo-Sandi agar tetap menjaga ketenangan. Karena sejatinya, menurut Djoko, Pemilu merupakan ajang untuk mempertontonkan budaya pada bangsa lain.

"Pemilu itu sejatinya merupakan ajang untuk mempertontonkan budaya pada bangsa lain. Kita harus mempertontonkan peradaban pada bangsa lain, bahwa kita punya budaya yang adiluhung," tandasnya.

Pria yang akrab disapa Djoksan itu menilai, demokrasi yang terjadi di Indonesia saat ini bukan lagi demokrasi Pancasila, melainkan demokrasi liberal. Apalagi sistem yang diterapkan one man one vote. Sehingga mau tidak mau yang digunakan adalah demokrasi liberal.

"Kami tekankan, yang paling penting jangan bikin gaduh. Kalau terkait target kita serahkan pada Allah, sebagai manusia kita harus berdoa," jelasnya.

Wakil Ketua BPN Rachmawati Soekarnoputri menambahkan, dukungan yang diberikan kepada Prabowo-Sandi saat ini, tujuannya hanya untuk menang. Kendati demikian, cara yang digunakan haruslah baik.

"Kita ingin demokrasi yang baik dan sehat, jangan main curang-curangan. Ini imbauan saja pada internal maupun pihak lainnya," tandasnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini