Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, bergerak cepat mengevakuasi pohon tumbang yang menghalangi ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Kecamatan Lengkiti. Tindakan sigap ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, terutama bagi para pemudik yang akan melintasi jalur tersebut. Insiden pohon tumbang ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Kejadian pohon tumbang dilaporkan pada Minggu (22/3) setelah hujan deras disertai angin kencang melanda daerah tersebut pada Sabtu malam, sekitar pukul 18.00 WIB. Batang pohon berukuran besar tumbang dan menutup total akses jalan, menyebabkan lalu lintas kendaraan roda dua dan empat sempat lumpuh. Meskipun demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun penumpukan kendaraan yang signifikan.
Kepala BPBD OKU Januar Efendi, melalui Manager Pusdalops Gunalfi, menegaskan bahwa respons cepat tim di lapangan menjadi kunci. Evakuasi yang melibatkan berbagai pihak ini berhasil mengembalikan kondisi jalan menjadi normal. Kesiapsiagaan BPBD OKU juga ditingkatkan menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Kejadian dan Dampaknya
Pohon berukuran besar tumbang di Jalinsum Lengkiti pada Sabtu malam, sekitar pukul 18.00 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dan angin kencang. Batang pohon tersebut menutup seluruh badan jalan, yang merupakan jalur vital penghubung Kabupaten OKU dengan OKU Selatan dan Provinsi Bengkulu. Kejadian ini sontak melumpuhkan arus lalu lintas di kedua arah.
Meskipun arus lalu lintas sempat lumpuh total, Manager Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi, menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan dari insiden ini. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun penumpukan kendaraan karena saat pohon tumbang kondisi jalan raya sedang sepi,” ujarnya. Kondisi jalan yang sepi pada saat kejadian turut meminimalisir dampak yang lebih buruk, seperti kemacetan panjang atau kecelakaan.
Advertisement
Proses Evakuasi Cepat dan Terkoordinasi
Mendapat laporan dari masyarakat terkait pohon tumbang, BPBD OKU segera menerjunkan personelnya ke lokasi kejadian. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD OKU, TNI/Polri, dan dibantu oleh masyarakat setempat, langsung berjibaku melakukan evakuasi. Proses ini membutuhkan penggunaan alat berat dan mesin senso untuk memotong batang pohon menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dipindahkan.
Upaya evakuasi berlangsung hingga malam hari, menunjukkan dedikasi tim dalam memulihkan kondisi jalan secepat mungkin. Setelah berjam-jam bekerja keras, pohon tumbang berhasil disingkirkan dari ruas jalan dan dibersihkan ke tempat pembuangan. “Proses evakuasi telah rampung dan hingga pagi tadi arus lalu lintas kendaraan roda dua dan empat sudah kembali normal,” kata Gunalfi, memastikan bahwa jalur tersebut aman untuk dilalui kembali.
Advertisement
Kesiapsiagaan BPBD OKU Hadapi Mudik Lebaran
Dalam kesempatan terpisah, Gunalfi kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat melintas di jalur yang banyak pepohonan, khususnya saat hujan dan malam hari. Kewaspadaan ini menjadi sangat penting mengingat potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. Imbauan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam, BPBD OKU saat ini telah mendirikan posko di beberapa jalur mudik yang rawan longsor dan pohon tumbang. Posko-posko ini didirikan sebagai upaya antisipasi dan respons cepat terhadap potensi insiden selama arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 2026. Lokasi posko meliputi Kecamatan Ulu Ogan, Lengkiti, dan Pengandonan, yang dikenal sebagai daerah rawan bencana di wilayah OKU.
Sumber: AntaraNews
Advertisement