BPBD duga goa ditemukan di Samarinda eks persembunyian pejuang dari penjajah Jepang

Sabtu, 17 Maret 2018 03:05 Reporter : Saud Rosadi
BPBD duga goa ditemukan di Samarinda eks persembunyian pejuang dari penjajah Jepang BPBD cek temuan goa di Samarinda. ©2018 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - BPBD kota Samarinda, sore ini mengecek temuan goa di bukit steleng, kampung Tanjung Batu, Selili, Samarinda, Kalimantan Timur. Meski struktur langit goa terbilang rawan runtuh, namun menguatkan dugaan goa itu bekas tempat persembunyian warga Samarinda di zaman penjajahan Jepang.

Sore tadi, merdeka.com kembali menyertai 2 personel BPBD kota Samarinda, menelusuri jalan setapak, menaiki dan menuruni bukit steleng. Kondisi jalan sedikit licin, lantaran malam sebelumnya diguyur hujan.

Begitu tiba di lokasi, petugas BPBD, memasuki goa untuk melihat langsung kondisi langit setinggi 2 meter dan struktur tanah di sekitar goa. Terlihat di langit goa, binatang sejenis kalajengking beracun. Tim pun bergerak hati-hati.

Bagian dalam goa yang diperkirakan sedalam 8 meter itu, bertemperatur udara cukup lembab. Langit goa bekas galian itu pun terlihat sudah cukup berumur. Sesekali terlihat semacam fosil kayu yang sudah sangat rapuh.

"Hasil pengamatan kita sementara ini semacam goa. Perkiraan awal sebagai tempat bersembunyi di zaman penjajahan Jepang," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Samarinda Irwan Kartomo, Jumat (16/3) sore di lokasi.

Bukit steleng, memang dikenal sebagai tempat persembunyian sekaligus pengintaian kedatangan pesawat penjajah Jepang. Dugaan menguat, alur dalam goa juga menembus hingga kawasan RS Islam, di Jalan Gurami, yang juga bekas peninggalam bangunan Belanda.

"Kebetulan saya lahir dan besar di sini. Kawasan bukit Steleng ini, jadi lorong tempat sembunyi pejuang dari tentara Jepang yang masuk ke Samarinda. Dari puncak bukit ini kan bisa dengan leluasa lihat datangnya pesawat," ungkap Irwan.

Hanya saja, keinginan untuk menggali ke dalam goa lebih lanjut mesti diurungkan. "Struktur dalam goa sendiri, seperti tidak stabil. Dindingnya agak rapuh. Jadi perlu diteliti lebih jauh," terang Irwan.

"Kita segera laporkan ke Pemkot, sebagai antisipasi pencegahan kemungkinan terjadinya longsor. Kami ke sini, untuk siaga antisipasi kebencanaannya," tambahnya.

Kerawanan itu menurut Irwan cukup beralasan. "Karena kita sudah memasang early warning system antisipasi longsor di kawasan ini," sebutnya.

Sementara, Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda Nanang Arifin menambahkan, kasat mata, bekas galian dinding langit goa, terlihat sudah berumur bertahun-tahun. "Yang jelas bukan galian baru. Ini akan diteliti lebih lanjut setelah dilaporkan ke Pemkot," ungkap Nanang.

Diketahui, sebuah goa setinggi 2 meter, ditemukan di Samarinda, Kalimantan Timur. Menurut cerita warga, goa itu menjadi tempat persembunyian warga di zaman penjajahan. Warga setempat, Sabri (54), sangat penasaran hingga akhirnya 2 pekan lalu, dia bersama temannya, menggali goa yang sudah mulai tertutup oleh tanah.

Awalnya pintu atau mulut goa ini sangat kecil. Setelah terus digali, dipastikan itu adalah benar goa. "Begitu ketemu, tempat yang dicurigai goa itu, pintu masuknya masih kecil. Saya memang penasaran sekali, dan tumpukan tanah yang hampir menutup goa itu terus kita gali sampai kurang lebih 8 meter ke dalam," ungkap Sabri, dalam perbincangan bersama merdeka.com, Kamis (15/3) siang kemarin. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini