Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, baru-baru ini menekankan pentingnya peran pelajar Indonesia di luar negeri. Penekanan ini disampaikan dalam konteks mendukung bonus demografi serta visi besar Indonesia Emas 2045. Ini menunjukkan bahwa diaspora intelektual bangsa memiliki kontribusi strategis bagi masa depan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Komjen Suyudi saat menghadiri Retreat Leadership secara daring pada Sabtu lalu. Acara ini melibatkan 68 ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dari berbagai negara dan pengurus PPI Dunia. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk mengukuhkan posisi pemuda dan pelajar sebagai agen perubahan.
Menurut Suyudi, para pelajar ini bukan hanya membawa pulang ilmu pengetahuan, tetapi juga integritas moral dan semangat juang. Mereka diharapkan menjadi kekuatan intelektual bangsa yang akan turut serta dalam pembangunan berkelanjutan. Kesempatan belajar di luar negeri harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pelajar Indonesia di luar negeri memiliki peran vital sebagai kekuatan intelektual. Mereka diharapkan tidak hanya menyerap ilmu, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai integritas dan daya juang. Kontribusi ini esensial untuk pembangunan bangsa yang kokoh dan berkelanjutan di masa depan.
Saat ini, terdapat sekitar 120.000 anggota PPI Dunia yang tersebar di berbagai negara, meskipun jumlah ini masih kecil dibandingkan total pelajar Indonesia. Suyudi mengingatkan bahwa kesempatan belajar di luar negeri adalah sebuah keberuntungan yang harus dimanfaatkan. "Tidak semua orang bisa berada di posisi kalian saat ini," katanya.
Pembangunan nasional, menurut Suyudi, tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata. Pembangunan harus mengintegrasikan unsur kemanusiaan, budaya, dan kebudayaan sebagai kekuatan internal. Kreativitas dan ilmu pengetahuan menjadi variabel bebas yang sangat penting untuk mencapai kemajuan berkelanjutan.
Advertisement
"Kecerdasan akademik tanpa moral, semangat nasionalisme, dan kesadaran budaya akan membuat masa depan bangsa tidak kokoh," tegas Suyudi. Oleh karena itu, para pelajar diharapkan mampu mengembangkan diri secara holistik. Mereka harus menjadi individu yang cerdas, berintegritas, dan memiliki kesadaran budaya tinggi.
Advertisement
Selain membahas peran strategis, Suyudi juga menyoroti ancaman narkoba yang tidak mengenal batas negara, terutama terhadap generasi muda. Pelajar di luar negeri rentan terhadap paparan narkotika karena berbagai faktor. Tekanan akademik, lingkungan pergaulan, serta keterbatasan kontrol sosial budaya menjadi pemicunya.
BNN hadir bukan untuk menghukum, melainkan untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkotika. "Kita ingin memastikan pelajar Indonesia di luar negeri tidak menjadi korban penyalahgunaan narkotika karena tanpa generasi bersih dan sehat, Indonesia Emas 2045 hanya menjadi slogan kosong," ujar Suyudi. Pencegahan ini krusial agar visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya menjadi slogan kosong.
BNN berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan kementerian terkait dan organisasi pelajar internasional, termasuk PPI Dunia. Upaya ini bertujuan memastikan program pencegahan dan pendampingan berjalan sistematis. Tujuannya adalah menciptakan generasi yang bersih dan sehat, bebas dari pengaruh narkoba.
Advertisement
Advertisement
Acara Retreat Leadership ini menandai babak baru dalam komitmen kolaboratif antara PPI Dunia dan lembaga negara, khususnya BNN. Kerjasama ini bertujuan mewujudkan generasi muda yang cerdas, berdaya saing global, dan bebas narkoba. Generasi ini merupakan pondasi utama menuju tercapainya Indonesia Emas 2045.
Komjen Suyudi mendorong para pelajar untuk memperluas cakrawala ilmu dan membangun relasi tanpa batas. Mereka diharapkan dapat membawa negerinya menuju kejayaan setelah menyelesaikan studi. "Indonesia membutuhkan kalian, pulanglah setelah selesai kuliah dan bangunlah Indonesia," pesannya.
Dengan sinergi antara pemerintah dan diaspora intelektual, diharapkan Indonesia dapat mengoptimalkan bonus demografi. Ini akan menjadi modal berharga untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan. Peran aktif pelajar di luar negeri sangat dinantikan dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews