BNN Gerebek 'Pasar' Narkoba di Samarinda, Petugas Ikut Ditawari Meski Berseragam
Merdeka.com - Petugas BNN dibikin geleng kepala dengan penjualan narkoba yang dilakukan terang-terangan di sejumlah kampung di Samarinda. Bahkan, petugas yang sudah berseragam BNN pun ikut ditawari barang haram itu.
Dalam operasi ini, BNN mengamankan sekitar 60 orang dalam waktu 5 hari. Mereka kebanyakan berstatus pengangguran, pekerja swasta, PNS hingga mahasiswa. Petugas membawa mereka ke markas BNN Provinsi Kalimantan Timur
BNN memang tengah gencar menggelar operasi dan mengamankan para pemakai narkoba. Tentunya, tanpa mengesampingkan penyelidikan para bandar narkoba.
Penyelidikan Sabtu (20/4) malam lalu misalnya. Terlihat ada 3 orang menggunakan mobil berpelat polisi B asal wilayah Jakarta dan sekitarnya, turun di wilayah kampung narkoba di Jalan DI Panjaitan Gang Pulau Indah. Ketiganya, diketahui datang dari Muara Wahau di Kutai Timur hingga kabupaten Berau.
"Kami lagi awasi Pulau Indah, 3 orang itu turun dari mobil. Ngakunya saat itu, mau membeli minuman Pocari (minuman energi Pocari Sweat). Apa saya tidak waras? Lihat orang jauh-jauh dari Berau dan Kutai Timur, ke Samarinda, cuma mau beli Pocari?," kata Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Kalimantan Timur AKBP Halomoan Tampubolon kepada merdeka.com, Rabu (24/4).
©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi
Tampubolon menerangkan, dengan teknik penyelidikan yang dilakukan tim BNN, ketiga orang itu mengakui hendak membeli sabu. Ketiganya juga positif mengkonsumsi sabu saat dilakukan tes urine.
"Berselang sehari kemudian, kami pun dibikin terheran-heran. Kami berseragam BNN, juga ikut ditawari sabu. Ditanya cari apa Pak? Mau barang (sabu) kah?," ujar Tampubolon.
Masih di kawasan Pulau Indah, rumah yang digerebek sebagai loket jual beli sabu belakangan diketahui hanya kamuflase. Di kawasan yang sama, bandar sabu yang lebih besar masih dengan leluasa menjual sabu. Bahkan, ada 3 lapis mata-mata yang harus diterobos petugas BNN.
"Ada yang lebih besar lagi. Nah pagi tadi, diketahui masih di kawasan yang sama, ada rumah bandar lebih besar lagi. Kami harus lalui 3 titik mata-mata dari jaringan mereka ini. Mereka benar-benar merencanakan ini sebagai sebuah jaringan yang rapi," terang dia.
Dengan temuan-temuan ini, pihaknya menyimpulkan transaksi narkoba di kawasan ini bak sebuah pasar. "Bukan jualan terbuka lagi. Tapi sudah seperti pasar. Ya itu tadi, kami pakaian BNN saja, juga masih ditawari. Itu karena mereka sudah sangat terbiasa jual beli itu," tandas dia.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya