BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Masih Akan Terjadi di Yogyakarta

Senin, 18 Maret 2019 20:43 Reporter : Purnomo Edi
BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Masih Akan Terjadi di Yogyakarta Kepala BMKG Dwikorita. ©2019 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Cuaca ekstrem menjadi penyebab terjadinya banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di DIY. Cuaca ekstrem ini merupakan dampak terjadinya topan Savanah di Australia.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, cuaca ekstrem ini masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Wilayah DIY disebutnya berpotensi kembali terkena cuaca ekstrem.

Dwikorita menjelaskan pada Minggu (17/3) cuaca ekstrem memang terjadi di wilayah DIY hingga menyebabkan banjir dan tanah longsor. Dia mengungkapkan, curah hujan saat itu berada tiga kali lipat dibandingkan kategori curah hujan ekstrem.

"Pada Minggu, curah hujan di DIY mencapai 148 mm. Sementara curah hujan disebut ekstrem jika mencapai 50 mm per hari. Ini (curah hujan di Minggu) tiga kalinya," ujar mantan Rektor UGM ini saat meninjau lokasi longsor di Imogiri, Senin (18/3).

Dia mengatakan, longsornya tebing di Imogiri ini memang karena tebing memiliki tingkat kemiringan dan kondisinya pun rapuh. Curah hujan yang tinggi membuat tebing pun longsor karena material yang saling mengikat ini terbawa air hujan.

"Pertanyaannya, kapan akan terjadinya longsor? Menunggu pemicu. Pemicunya apa? Antara lain curah hujan yang ekstrem. Bisa juga pemicunya gempa bumi atau getaran. Sehingga kalau ditanya kapan longsornya ya tinggal menunggu turunnya hujan yang ekstrem atau terjadinya getaran seperti itu," ungkap Dwikorita.

Guru besar UGM ini menambahkan, BMKG sebenarnya telah mengeluarkan peringatan dini terhadap cuaca ekstrem yang akan terjadi. Sehingga masyarakat bisa lebih waspada terhadap potensi longsor.

Adanya peringatan dini, sambung Dwikorita diharapkan masyarakat bisa menjauhi lereng-lereng atau perbukitan yang berpotensi terjadi longsor.

"Penduduknya bisa diinformasikan kalau ada hujan segera menjauh dari lereng yang terjal jangan berada di sini. Masyarakat perlu disadarkan apabila saat terjadi hujan segera meninggalkan lokasi lereng seperti ini. Kalau sudah reda saya pun ke sini Insya Allah tidak apa-apa." tutupnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini