BMKG Deteksi 129 Titik Panas Karhutla di Riau, 4 Daerah Diselimuti Kabut Asap

Sabtu, 21 September 2019 13:49 Reporter : Abdullah Sani
BMKG Deteksi 129 Titik Panas Karhutla di Riau, 4 Daerah Diselimuti Kabut Asap Kebakaran hutan di Riau. ©Reuters

Merdeka.com - Kabut asap yang pekat tak henti-hentinya menyelimuti Kota Pekanbaru. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya 198 titik panas di Riau hari ini, Sabtu (21/9).

Dari jumlah itu, 129 titik di antaranya merupakan titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan 4 kabupaten diselimuti kabut asap akibat dari karhutla itu.

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki menyebutkan titik panas tersebut tersebar di 8 kabupaten. Paling banyak di Indragiri Hilir, yakni 74 titik.

"Disusul Rokan Hilir 57 titik, Pelalawan 28 titik, Bengkalis 17 titik, Indragiri Hulu 14 titik Kuansing 4 titik, Meranti 2 titik, Kampar 2 titik," ujar Marzuki.

Sedangkan titik api yang jumlahnya 129 titik akibat karhutla itu tersebar di 7 kabupaten. Paling banyak di Indragiri Hilir 47 titik. Lalu Rokan Hilir 38 titik, Pelalawan 18 titik.

"Kemudian Bengkalis 13 titik, Indragiri Hulu 10 titik, Kuansing 2 titik, dan Meranti 1 titik," jelasnya.

Marzuki menjelaskan, kabut asap mengakibatkan jarak pandang jadi sangat terbatas. Hari ini di Pekanbaru jarak pandangnya hanya 700 meter. Itu di bawah standar penerbangan yakni minimal 800 meter.

"Yang paling terbatas itu jarak pandang di Pelalawan hanya 400 meter saja. Lalu Indragiri Hulu 500 meter dan Dumai agak lebih baik, 2 kilometer dan Pekanbaru 700 meter. Semua daerah itu diselimuti kabut asap," tandasnya.

Ditambahkan,Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Edwar Sanger, total lahan yang terbakar mencapai 485,4 hektare.

"Luas lahan terbakar yang terjadi Jumat (20/9) kemarin sekitar 485,4 ha di beberapa wilayah. Sampai saat ini kebakaran terus meluas, api masih dalam proses pemadaman," ujar Edwar.

Edwar menyebutkan, karhutla paling parah terjadi di Indragiri Hulu, tepatnya di Desa Anak Talang Kecamatan Batang Cenaku seluas 200 ha, dari luas awal yang terbakar 100 ha. Kemudian Desa Danau Rambai meluas 28 ha, Desa Sei Raya dan Kelurahan Sekip Hilir meluas 16 ha, Desa Seko Lubuk Tigo meluas 83 ha.

"Lalu di Pelalawan, kebakaran lahan terjadi di beberapa desa, yaitu Desa Pangkalan Gondai meluas jadi 40 ha, Desa Lalang Kabung meluas 5 ha, Desa Lubuk Keranji Timur meluas 15 ha. Desa Rantau Baru meluas 50, Kelurahan Pelalawan 2 ha," ucap Edwar.

Sedangkan di Indragiri Hilir, lahan terbakar terjadi di Desa Lahang Hulu seluas 3 ha dan Desa Pulau Kecil 5 ha. Untuk di Kabupaten Kampar, lahan terbakar terjadi di Desa Rimbo Panjang meluas jadi 5 ha. Lalu di Siak, kebakaran lahan terjadi di Desa Buatan Besar 6 ha dan Desa Benteng Hulu 0,4 ha.

"Sementara di Rokan Hulu, kebakaran lahan melanda Desa Koto Ranah seluas 4 ha dan Desa Sontang 5 ha. Dan terakhir Kepenghuluan Teluk Nilap meluas jadi 18 ha dari luas awal 4 ha," tandasnya. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini