Blusukan ke Desa, Dokter di Banjarnegara Temukan Orang Gangguan Jiwa Dikerangkeng

Minggu, 12 April 2020 01:08 Reporter : Abdul Aziz
Blusukan ke Desa, Dokter di Banjarnegara Temukan Orang Gangguan Jiwa Dikerangkeng Santri Mantan Pecandu di Ponpes Rehabilitasi Narkoba Hikmah Syahadah. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Satu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Banjarnegara didapati dalam kondisi memprihatinkan. Dia dikerangkeng atau terkurung di dalam ruang sempit berpagar bambu.

ODGJ tersebut berinisial BM, didapati oleh dokter spesialis jiwa, Seno Bayu Aji yang merupakan dokter Kesehatan Jiwa dari Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Pada Jumat (10/4), dr Seno melakukan pelayanan jemput bola atau blusukan ke sejumlah desa karena ada ketakutan warga mendatangi rumah sakit akibat pandemi Corona Virus atau Covid-19.

Saat mendatangi Desa Kincang, Kecamatan Rakit, Seno mendapati kondisi memprihantikan yang dialami oleh BM. Dia menempati ruangan antara kamar mandi dan dapur rumah milik anaknya, Nur Hasanah (27). Ia dikerangkeng, menggunakan pagar bilah-bilah bambu. Ruangan itu seluas 1,5 meter kali dua meter.

Alas berupa tanah. Di dalamnya hanya ada bangku memanjang untuk ia duduk dan berbaring. Kesehariannya tak mau menggunakan baju, dan berbicara meracau. Namun ia masih bisa berinteraksi dengan orang lain.

"Pasien yang kita temui bervariasi, ada yang ringan, sedang dan berat. Khusus di Kincang yang di ruangan kecil itu, termasuknya gangguan berat, tapi kita bersama tim medis puskesmas dan keluarganya melakukan upaya, baik pemberian obat secara oral, dan ke depan kita usahakan obat injeksi," kata Seno.

Nur Hasanah, putri BM bercerita sewaktu dia masih kecil setahu dia ibunya berperilaku normal. Namun saat BM kerja di Jakarta, keluarga sempat putus komunikasi. Ibunya tahu-tahu sudah dirawat di panti sosial di Pekalongan.

Dia dan keluarga sudah berupaya untuk melakukan pengobatan. Namun masih belum banyak berarti. Dia berharap ke depan kondisi mental ibunya dapat membaik. Salah satunya dengan datangnya dokter kesehatan jiwa ke rumahnya.

"Saya berharap ada kesembuhan bagi ibu saya. Saya juga berusaha agar ibu mau mengkonsumsi obat yang diberikan dokter," harapnya.

Yuli Puriwati, Petugas Program Jiwa Puskesmas Rakit 2 mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, mulai pemberian gizi, obat, serta injeksi. ia mengatakan, BM sebelumnya sudah masuk program perawatan. Namun, perawatan terkendala keterbatasan fasilitas.

"Karena semakin banyak pasien, ada 53 pasien yang kita tangani," kata Yuli.

Tindakan blusukan yang dilakukan Seno, sebab ia mendapati situasi pandemi corona virus membuat masyarakat takut untuk datang ke rumah sakit. Ia pun mengambil keputusan jemput bola, ditemani perawat, apoteker, dan tenaga lainnya. Dia mengedukasi agar pasien gangguan jiwa tetap konsumsi obat. Sedang tim melakukan pemeriksaan secara langsung termasuk memberikan obat yang dibutuhkan pasien, serta mengevaluasi hasil-hasil pemeriksaan sebelumnya.

"Kami justru khawatir dengan adanya wabah corona, pasien ini berhenti konsumsi obatnya. Pasalnya konsumsi obat bagi pasien gangguan jiwa ini tidak boleh terputus. Dalam kondisi apapun mereka harus konsumsi obat dengan teratur," katanya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Gangguan Jiwa
  3. Banjarnegara
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini