Blusukan di Cipayung, Ahok diteriaki warga tak lakukan penggusuran
Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama melakukan blusukan ke kawasan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (3/2). Di lokasi ini, warga meminta Ahok untuk tidak melakukan penggusuran.
Cerita bermula kala Basuki atau akrab disapa Ahok itu tengah melakukan peninjauan langsung ke Kali Sunter. Kawasan tersebut notabene-nya masih tergenang saat debit air tengah meninggi. Alasannya karena normalisasinya belum selesai dikerjakan.
Salah seorang warga RT 03 RW 03 Lubang Buaya, Sumiati (45) berteriak minta untuk tidak digusur saat melihat Ahok melewati depan kediamannya. Dia tidak masalah terdampak normalisasi selama Pemprov DKI Jakarta melakukan ganti rugi yang layak.
"Saya mohon pak, jangan digusur doang. Tapi (kalau digusur) harus ada ganti ruginya dong," kata Sumiati kepada Ahok di lokasi.
Dia sebenarnya mendukung program normalisasi sungai yang tengah dikerjakan Pemprov DKI Jakarta. Bahkan Sumiarti mengaku mengharapkan calon petahana itu kembali terpilih memimpin Ibu Kota.
Ahok yang mendengarkan keluhan tersebut sempat tersenyum. Dia meminta kepada Sumiati untuk segera mengurus sertifikat kepemilikan tanah dari girik atau Akta Jual Beli (AJB) menjadi Surat Hak Milik (SHM).
"Bisa (ganti rugi). Asal ibu urus (sertifikat) ya, kan sekarang sudah gratis. Nanti kita bisa hitung harga tanahnya," ujarnya.
Bapak tiga orang anak ini sempat mendengarkan adanya kekhawatiran warga akan bohongnya program tersebut. Namun, Ahok memastikan jika pembebasan Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk objek pajak di bawah Rp 2 miliar benar adanya.
"Enggak, bohong itu bu. Masa dipersulit. Pokoknya ibu sudah pegang suratnya semua," tegasnya.
(mdk/msh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya