BKSDA Sumbar Gunakan Drone Thermal untuk Pencarian Korban Banjir Bandang Agam

BKSDA Sumatera Barat mengerahkan satu unit drone thermal canggih untuk membantu tim gabungan mencari korban hilang akibat banjir bandang di Salareh Aia, Kabupaten Agam, dengan kemampuan deteksi suhu tubuh yang krusial.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BKSDA Sumbar Gunakan Drone Thermal untuk Pencarian Korban Banjir Bandang Agam
BKSDA Sumatera Barat mengerahkan satu unit drone thermal canggih untuk membantu tim gabungan mencari korban hilang akibat banjir bandang di Salareh Aia, Kabupaten Agam, dengan kemampuan deteksi suhu tubuh yang krusial. (AntaraNews)

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat telah mengambil langkah proaktif dalam upaya pencarian korban banjir bandang yang melanda Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Sejak Sabtu, 29 November, satu unit drone thermal canggih dikerahkan untuk mempercepat proses identifikasi keberadaan korban yang masih dinyatakan hilang. Alat ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam kondisi medan yang sulit dan luas, membantu tim gabungan di lapangan.

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, menjelaskan bahwa penggunaan drone thermal ini merupakan bagian dari dukungan BKSDA terhadap tim pencarian. "Kita membantu tim gabungan untuk mencari keberadaan korban yang masih dinyatakan hilang," katanya di Lubuk Basung. Kehadiran teknologi ini sangat vital mengingat jumlah korban yang masih belum ditemukan pasca-bencana.

Pencarian ini berfokus pada deteksi suhu tubuh, terutama saat kondisi malam hari, di mana efektivitas drone thermal jauh lebih optimal. Tim gabungan terus berupaya keras menemukan korban, dan teknologi ini diharapkan dapat memberikan petunjuk akurat. Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat bencana alam ini, memastikan setiap upaya pencarian dilakukan secara maksimal.

Drone thermal yang digunakan BKSDA Sumbar memiliki kemampuan khusus dalam memantau suhu tubuh, menjadikannya alat yang sangat berharga dalam operasi pencarian. Teknologi ini memungkinkan tim untuk mendeteksi keberadaan korban bahkan di area yang sulit dijangkau atau tertutup material banjir. Setelah suhu tubuh terdeteksi, tim dapat langsung menindaklanjuti dengan menurunkan drone lebih dekat untuk verifikasi visual dan melaporkan temuan kepada Basarnas.

Ade Putra menambahkan bahwa efektivitas drone thermal sangat terasa pada malam hari. "Apabila terdeteksi, maka pada layar berwarna kuning kemerahan. Untuk drone thermal kita fokuskan pada malam hari," jelasnya. Pada siang hari, meskipun tetap digunakan, tim juga mengandalkan drone biasa karena deteksi suhu tubuh menjadi lebih sulit. BKSDA membawa dua unit drone untuk memastikan fleksibilitas dalam pencarian sepanjang waktu.

Penggunaan drone thermal ini bukan hal baru bagi BKSDA; alat ini biasanya dimanfaatkan untuk memantau keberadaan satwa liar seperti harimau sumatera saat terjadi interaksi negatif dengan manusia. Pengalaman ini membuktikan keandalan teknologi tersebut dalam mendeteksi objek berdasarkan emisi panas. Peralihan fungsi ini menunjukkan adaptasi teknologi untuk kebutuhan darurat kemanusiaan, memberikan harapan baru bagi keluarga korban.

Operasi pencarian korban banjir bandang di Salareh Aia melibatkan kolaborasi berbagai pihak, menunjukkan sinergi dalam penanganan bencana. BKSDA Sumbar menurunkan timnya bersama Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Salareh Aia dan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Riau. Kehadiran berbagai elemen ini memperkuat kapasitas tim pencari di lapangan, memastikan cakupan area yang lebih luas dan efisien.

Rencananya, tim gabungan akan mendirikan posko di lokasi kejadian untuk mengkoordinasikan upaya pencarian dengan lebih baik. Hal ini penting untuk memastikan logistik, komunikasi, dan strategi pencarian berjalan lancar. Pembentukan posko juga akan memfasilitasi pertukaran informasi antar tim dan mempercepat respons terhadap temuan baru.

Data terkini menunjukkan bahwa sekitar 78 orang masih dinyatakan hilang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, akibat banjir bandang ini. Angka ini menggarisbawahi urgensi dan skala operasi pencarian yang sedang berlangsung. Setiap upaya, termasuk penggunaan teknologi canggih seperti drone thermal, menjadi sangat krusial untuk menemukan para korban dan memberikan kepastian kepada keluarga yang menunggu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi