BKSDA Sampit dan Warga Sukses Lakukan Penyelamatan Anak Trenggiling di Kotawaringin Timur

Aksi cepat BKSDA Sampit bersama warga dan PT RMU berhasil menyelamatkan serta melepasliarkan seekor anak trenggiling (Manis javanica) yang tersesat di perkebunan kelapa sawit Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BKSDA Sampit dan Warga Sukses Lakukan Penyelamatan Anak Trenggiling di Kotawaringin Timur
Aksi cepat BKSDA Sampit bersama warga dan PT RMU berhasil menyelamatkan serta melepasliarkan seekor anak trenggiling (Manis javanica) yang tersesat di perkebunan kelapa sawit Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (AntaraNews)

BKSDA Resort Sampit bersama sejumlah warga berhasil menyelamatkan seekor anak trenggiling (Manis javanica) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Satwa liar yang dilindungi undang-undang ini kemudian dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya setelah dipastikan dalam kondisi sehat. Peristiwa ini menunjukkan kepedulian masyarakat dan lembaga terhadap kelestarian satwa langka.

Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, menjelaskan bahwa penyelamatan ini bermula dari laporan warga pada Rabu siang (11/2). Anak trenggiling berjenis kelamin betina dengan berat sekitar 1,5 kg ditemukan tersesat di area perkebunan kelapa sawit. Upaya penyelamatan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.

Proses evakuasi dan pelepasliaran anak trenggiling ini melibatkan koordinasi antara warga, pihak perusahaan, dan personel BKSDA. Satwa tersebut sempat diamankan sementara sebelum akhirnya dikembalikan ke areal restorasi ekosistem. Keberhasilan operasi ini menjadi contoh sinergi positif dalam konservasi.

Penyelamatan ini bermula saat seorang warga bernama Ehen sedang membersihkan kebun kelapa sawit di Desa Hantipan, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, pada Rabu (11/2) siang. Ehen dikejutkan oleh kehadiran seekor anak trenggiling yang merayap di area perkebunan tersebut.

Menyadari bahwa trenggiling merupakan spesies langka yang dilindungi undang-undang, temuan ini segera dilaporkan kepada staf PT Rimba Makmur Utama (RMU), Sulaiman. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada personel BKSDA Resort Sampit untuk mendapatkan arahan penanganan lebih lanjut.

Demi keamanan satwa, anak trenggiling tersebut sempat diamankan oleh anggota Babinsa Supriadi untuk dibawa menuju Kota Samuda. Sesampainya di sana, satwa diserahkan kembali kepada Sulaiman untuk dirawat sementara waktu. Koordinasi cepat antarpihak menjadi kunci dalam penanganan awal ini.

Pada Rabu malam, BKSDA Resort Sampit berkoordinasi dengan Manajer Biodiversity PT RMU, Ahmad Kasful Anwar. Hasil koordinasi menyepakati bahwa anak trenggiling harus segera dikembalikan ke habitat yang lebih aman. Area restorasi ekosistem PT RMU dipilih sebagai lokasi pelepasliaran yang ideal.

Muriansyah menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, trenggiling muda ini dinyatakan dalam kondisi sehat dan sangat lincah. Meskipun berukuran kecil, satwa ini dipastikan sudah bisa bertahan hidup secara mandiri di alam. Ia menduga satwa tersebut tersesat sehingga masuk ke area perkebunan milik warga.

Kondisi fisik anak trenggiling yang tanpa luka memungkinkan proses pelepasliaran dilakukan tanpa penanganan medis tambahan. Proses pengembalian ke alam ini tuntas dilaksanakan pada Kamis sore (12/2) pukul 17.10 WIB. Lokasi pelepasliaran berada di wilayah konsesi Restorasi Ekosistem PT RMU, yang dikenal fokus pada perlindungan dan restorasi hutan gambut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi