Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bima Arya tekan anak buah urai kemacetan di Kota Bogor

Bima Arya tekan anak buah urai kemacetan di Kota Bogor Walikota Bogor Bima Arya. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kota Bogor terus menyelesaikan permasalahan kemacetan. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bakal menekan anak buahnya mengurai masalah itu. Terutama demi memperbaiki citra Bogor di dunia internasional.

"Intinya saya minta jangan sampai kendur. Ini adalah komitmen kita semua, karena jika tidak maka tidak akan selesai PR kita ini," jelas Bima dalam Briefing Staff di Ruang Paseban Sri Bima Balaikota Bogor, Selasa (4/10).

Tak hanya itu, Bima menegaskan bahwa persoalan kemacetan merupakan komitmen bersama Pemkot Bogor. Pihaknya mengaku bersyukur. Sebab, dalam beberapa pekan terakhir, kondisi arus lalu lintas di jalur Sistem Satu Arah (SSA) lingkar Kebun Raya dan Istana Bogor tepatnya Jalan Ottista, arus lalu lintas sudah mulai membaik.

Meski begitu, Bima mengeluhkan masih banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) nakal memaksakan berjualan di bahu jalan. Akibatnya terjadi penyempitan badan jalan hingga menimbulkan antrean kendaraan.

"Bagi para PKL komoditas sayuran yang berjualan saat malam hari di Jalan Ottista kita beri dua pilihan, pindah dari situ atau boleh tetap berjualan dengan syarat jam 6 pagi harus benar-benar beres. Kita harus benar-benar tegas, saklek!" tegas politisi PAN itu.

Sementara itu, Kepala DLLAJ Kota Bogor Rakhmawati menjelaskan pihaknya masih melakukan inventarisir titik-titik kemacetan di 68 kelurahan yang ada di 6 kecamatan di Kota Bogor, sebagai salah satu upaya menjawab persoalan kemacetan di Kota Bogor yang sempat menyandang gelar kota terburuk kedua se-dunia versi aplikasi navigasi Waze. "Hingga saat ini belum semua kelurahan menlaporkan titik kemacetan di masing-masing lingkungannya. Dari 68 Kelurahan baru 25 kelurahan yang telah menyerahkan laporan kemacetan di lingkungannya,” jelasnya.

Dalam kesempatan sama, Wakil Wali Kota Usmar Hariman lebih menyoroti masalah sampah yang terkadang masih saja terjadi penumpukan di beberapa Tempat Pembuangan Sampah (TPS) hingga meluber ke jalan. “Saya meminta kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) agar merubah metodologi dalam menangani permasalahan tersebut. Coba simpan dua compactor untuk memadatkan sampah yang ada. Dengan compactor sampah yang awalnya empat truk dapat dijadikan dua truk. Mulai besok masukkan compactor sehingga sampah tidak perlu dilempar ke atas dan selesai lebih cepat,” kata politisi Partai Demokrat itu. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP