Bilik dan kotak suara dicuri lalu dijual ke perajin dandang

Rabu, 18 November 2015 17:01 Reporter : Arie Sunaryo
Bilik dan kotak suara dicuri lalu dijual ke perajin dandang Pendistribusian logistik Pemilu 2014. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Kasus ribuan bilik dan kotak suara milik KPU Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang hilang misterius, terungkap sudah. Polres Sragen berhasil menangkap 4 pelaku pencurian 9.620 bilik suara dan 422 kotak suara tersebut. Tak butuh waktu lama, hanya 5 hari petugas berhasil melumpuhkan tersangka.

Kepada wartawan, Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo mengatakan ribuan logistik yang hilang 8 November lalu tersebut dicuri oleh pengusaha asongan. Mereka, kata Ari, melakukan perbuatan tercela tersebut dengan cara memalsukan surat lelang. Selain tersangka, pihaknya juga mengamankan, 2 mobil truk pengangkut, 2 unit mobil, sebuah motor dan ratusan logistik lainnya.

"Ini hasil kerja kita selama 5 hari setelah pencurian. Ada 4 orang tersangka dan 300-an logistik yang kami amankan," ujar Kapolres, Rabu (18/11).

Kapolres menjelaskan, para tersangka menjual barang curiannya kepada perajin alat-alat masak, seperti dandang dan panci di Boyolali. Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka berhasil menggasak ribuan logistik pilkada dengan cara membuka gembok melalui bantuan tukang kunci.

"Mereka melakukan aksinya di siang hari dengan berpura-pura sebagai petugas KPU. Untuk memuluskan penjualan barang, mereka memalsukan dokumen lelang dan membuat stempel palsu," jelasnya.

Dengan dokumen palsu itu, lanjut Ari, mereka berhasil menjual ribuan logistik KPU dengan total berat 14 ton lebih.

"Mereka akan kami jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," pungkas Kapolres. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Pilkada Serentak
  2. Sragen
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini