Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bertemu tokoh agama, Kapolda Sumsel minta jaga toleransi dan NKRI

Bertemu tokoh agama, Kapolda Sumsel minta jaga toleransi dan NKRI Demo toleransi agama. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengajak umat muslim Sumsel untuk tenang dan bijak menanggapi persoalan bangsa, termasuk urusan politik. Dia menyebut, Islam di Indonesia dikenal toleran dan menjunjung tinggi kebhinekaan.

Hal itu disampaikan Agung saat menggelar silaturahmi bersama sejumlah ormas keagamaan dan tokoh masyarakat di Polda Sumsel, Kamis (9/2). Menurut Agung, dalam urusan keagamaan, bangsa Indonesia hidup dalam kemajemukan.

"Kita khususnya umat Islam, haruslah mencerminkan Islam. Islamnya Indonesia, yang tetap menjunjung tinggi toleransi dan kebhinekaan," ungkap Agung.

Dia menuturkan, untuk mencegah radikalisme di Sumsel, pihaknya bersama TNI, pemerintah, dan masyarakat menggelar apel tiga pilar demi merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. Hal ini juga bertujuan mampu menyelesaikan sekecil apapun konflik di tengah-tengah masyarakat.

"Menciptakan NKRI yang utuh perlu peran masyarakat luas, terutama ulama dan tokoh masyarakat. Cepat selesaikan jika terjadi gesekan di arus bawah," ujarnya.

Kapolda juga berpesan agar masyarakat lebih cerdas dalam mencerna informasi yang beredar di media sosial.

"Masyarakat sebaiknya tidak langsung percaya, harus bisa memilah dan memilih tindakan. Kalau ada ajakan aksi, mari kita berpikir dengan logika," imbaunya.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Sumsel, Amri Siregar mengungkapkan, NU adalah organisasi yang sepenuhnya menjaga NKRI. Menurutnya, NKRI adalah harga mati dan konsisten menjaganya.

"Tidak boleh ada yang memecah belah, keutuhan bangsa adalah tugas kita bersama," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumsel, Purmansyah mengungkapkan, dalam aksi 11 Februari 2017 atau dikenal aksi 112 di Jakarta, pihaknya tidak mengirim massa dari Sumsel. Hal itu berdasarkan pertimbangan berdekatan dengan Pilkada DKI Jakarta yang diharapkan berjalan demokratis.

"Kita tetap hargai jika aksi tetap dijalankan. Tapi aspirasi tidak hanya bisa disampaikan melalui aksi massa saja, ada cara lain," ucapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP