Berteduh di pohon saat akan ngaji, Dimas meninggal tersambar petir
Merdeka.com - Duka menyelimuti keluarga Muhammad Dimas Nugraha (11), warga Pasar IV, Jalan KH Samanhudi, Kelurahan Bakti Karya, Binjai Selatan, Binjai, Sumut, Jumat (14/10). Bocah itu meninggal dunia setelah tersambar petir saat berangkat mengaji.
Berdasarkan informasi dihimpun, Dimas tersambar petir saat hujan melanda Kota Binjai, Jumat (14/10) sore, sekitar pukul 16.15 WIB. Siswa kelas VI SD ini ketika itu sedang dalam perjalanan menuju tempatnya belajar mengaji di Masjid Al Muttaqim, Pasar IV, Kelurahan Bakti Karya.
Saat hujan turun, Dimas berteduh di bawah pohon mangga. Namun petir menyambar putra pasangan Nasihin (49) dan Darni itu.
Setelah Dimas tersambar petir, warga membawanya ke RSUD Djoelham, Binjai dengan sepeda motor. Namun, putra kedua dari 3 bersaudara itu tidak tertolong.
Meninggalnya Dimas memberi duka mendalam kepada keluarga. Ayahnya, Nasihin, menangis memeluk tubuh kakunya di RSUD Djoelham.
"Waktu musibah itu, saya sedang tidak ada di rumah. Saya dikabari teman," kata Nasihin yang sehari-hari berdagang bakso.
Sementara Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu juga mengatakan Dimas tersambar petir saat akan berangkat mengaji. "Mohon doa dari rekan rekan semuanya ya, korban meninggal dunia saat menuju masjid untuk menuntut ilmu, dan pada hari Jumat. Semoga keluarga korban tabah menghadapi cobaan ini," katanya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya