KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Berdalih carikan kerja, pemandu lagu jual 3 temannya lewat facebook

Rabu, 11 Januari 2017 02:33 Reporter : Moch. Andriansyah
tersangka penjual wanita. ©2017 Merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Jual temannya sendiri ke pria hidung belang via facebook (FB), Riris Octav (21), warga Babatan, Surabaya, Jawa Timur, terpaksa berurusan dengan polisi. Namun, dia menolak disebut muncikari. Sebab, dia hanya sekadar membantu teman mencari 'pekerjaan.'

Sayang, berdasarkan penelusuran pihak Satreskrim Polrestabes Surabaya melalui FB, tersangka nyata-nyata mengunggah foto dan menawarkan teman-temannya ke para lelaki hidung belang, yang tergabung dalam Grup Ojek Purel Surabaya.

"Dari informasi yang kami terima, kami melakukan penelusuran ke salah satu grup facebook. Dari situ kami mengetahui adanya tindak pidana perdagangan orang. Kemudian melakukan penangkapan di salah satu hotel di Jalan Diponegoro," terang Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguno, Selasa (10/1) sore.

Bayu menyeritakan, pada foto yang diunggah di grup FB tersebut, tersangka memberi keterangan dicari BO-an (bookingan), Teman Saya Cari Kerjaan. Dan jika ada klien yang membutuhkan jasa layanan 'cinta satu malam', tersangka langsung memberi kontak telepon dan PIN BlackBerry teman tersangka.

"Kemudian jika ada om-om yang berminat, tersangka membalas pada kolom komentar: Dia (teman tersangka) siap meluncur. Harga saya berani (dijamin murah). Harga yang dibandrol Rp 1 juta. Untuk fee, tersangka mengaku tidak mendapat fee-nya. Dia diberi langsung oleh kliennya, Rp 500 ribu," ungkap Bayu.

Untuk korbannya, masih kata Bayu, ada tiga orang, yaitu OL (19), karyawan klinik kecantikan, VD (22), LC Freelance, dan DV (29), warga Surabaya. "Untuk tersangka sendiri adalah seorang LC Freelance di salah satu tempat karaoke di Surabaya. Dia mengaku baru pertama kali," katanya.

Sementara tersangka berdalih, tidak pernah menjual teman-temannya ke pria hidung belang. "Ya itu bukan pekerjaan saya. Saya biasanya kerja di karaoke. Ada teman yang mau cari BO, dan kebetulan ada klien saya yang cari, ya saya hubungkan melalui FB, dan WA (WhatsApp). Saya sendiri ndak dapat bagian. Saya juga gak jual teman, cuma bantu saja," dalih tersangka.

Apapun alasannya, tersangka akan dijerat Pasal 2 Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang perkara tindak pidana perdagangan orang (PTPPO) dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Prostitusi Online
  2. Surabaya

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.