Berani menutup Gang Dolly, Risma dijuluki 'singa betina'

Rabu, 14 Mei 2014 14:30 Reporter : Moch. Andriansyah
Berani menutup Gang Dolly, Risma dijuluki 'singa betina' Tri Rismaharini. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Rencana Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini menutup lokalisasi Gang Dolly dan Jarak, ada 19 Juni atau 10 hari sebelum bulan puasa, menuai banyak pertentangan, termasuk dari wakilnya sendiri, Whisnu Sakti Buana. Namun, Risma mendapat dukungan kuat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur.

Bahkan, salah satu Ormas Islam anggota GUIB, Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur menyebut Risma sebagai 'singa betina' karena keberaniannya menutup seluruh lokalisasi yang ada di Kota Pahlawan, khususnya Gang Dolly dan Jarak.

Hal itu disampaikan Ketua FPI Jawa Timur bagian Nahi Mungkar, KH Muhammad Dhofir saat ikut sowan menemui Risma di kantornya, bersama Ormas Islam lainnya yang juga anggota GUIB dan MUI Jawa Timur, Rabu (14/5).

Pertemuan antara Risma dan GUIB yang dikomandoi oleh MUI Jawa Timur itu, terkait pernyataan Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana yang menyatakan ketidaksepakatannya atas penutupan Gang Dolly dan Jarak. Bahkan, mereka (GUIB dan MUI Jatim) mengutuk keras pihak tertentu yang membonceng penutupan lokalisasi untuk kepentingan politik.

"Seuruh umat Islam, Bismillah siap berjuang dengan elemen lain untuk memback-up Ibu Wali Kota menutup Dolly," tegas Kiai Dhofir di hadapan Risma.

Kiai asal Madura ini juga menyatakan keterkejutannya saat mendengar adanya pihak-pihak tertentu yang menentang penutupan Gang Dolly, terlebih lagi, penolakan itu juga datang dari Whisnu, yang notabenenya sebagai wakil wali kota, yang mestinya mendukung sepenuhnya kebijakan wali kota-nya.

"Saya terkejut. Bukannya kami ingin bergerak. Kami hanya ingin mendorong, dan Alhamdulillah, sebelum kami bilang ternyata Ibu Risma sudah melakukannya (menutup Dolly). Ibu Risma adalah singa betina, saya harap ada singa laki-laki yang ikut. Karena punya keberanian," tandas Kiai Dhofir.

Diberitakan sebelumnya, MUI dan GUIB Jawa Timur yang terdiri dari 58 Ormas Islam, mendatangi Wali Kota Risma di balai kota. Mereka menyatakan dukungannya atas niat wali kota yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, untuk menutup seluruh lokalisasi di Surabaya.

Mereka juga menyatakan penyesalannya atas sikap Whisnu Sakti Buana yang berusaha menentang kebijakan yang diambil Risma. Untuk itulah, di bawah komando MUI, GUIB Jawa Timur menemui Risma untuk memberikan dukungannya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Gang Dolly
  2. Gebrakan Risma
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini