Begini komplotan perampok Davidson bagi tugas, pakai nama Tim Baret

Rabu, 21 Juni 2017 23:37 Reporter : Ronald
Begini komplotan perampok Davidson bagi tugas, pakai nama Tim Baret Pelaku Kasus Perampokan Davidson. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Komplotan perampok dan disertai penembakan kepada Davidson Tantono (31) dibagi menjadi lima tim. Safril alias kapten yang membagi tugas dan peran untuk melancarkan aksi kejahatan jalanan tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan menjelaskan, komplotan ini diberi nama 'Tim Baret'. Tim dikendalikan oleh Safril yang berperan sebagai kapten, ia juga yang menembak mati David.

"Tim Baret bertugas untuk melakukan eksekusi apabila korban melakukan perlawanan. Ini dilakukan SFL," ujar Iriawan di Mapolda Metro, Rabu (21/6).

Kemudian, kata Iriawan, ada 'Tim Pilot'. Tim ini bertugas untuk mengendarai motor dalam memboncengi sang si eksekutor.

"Lalu ada Tim Pilot‎ yang membawa pelaku eksekutor melakukan kegiatan. Ini sudah kami tangkap juga," katanya.

Iriawan melanjutkan pelaku dari kawanan ini juga ada yang berperan sebagai mata-mata yang mengintai calon korban yang melakukan transaksi di bank, yakni DTK dan IR, "Kemudian tim gambar juga demikian masuk ke bank menggambar situasi," katanya.

"Setelah target sudah ditentukan, pelaku yang berperan sebagai mata-mata ini berkoordinasi dengan tim lain yang bertugas sebagai penggembos ban, yakni TP. Jadi pelaku bekerjasama, di mana ada yang menggambar, korban atau target di bank. Target tersebut diamat-amati dan diikuti," jelas Iriawan.

Pada kejadian, Davidson digembosi ban kendaraannya. "Ini masuk dalam Tim Cucuk. Tim ini sudah berjaga-jaga ketika Davidson telah meninggalkan bank dengan mengendarai mobil. Kemudian ada tim cucuk, yaitu tim penggembos ban dengan cara pakai payung ditajamkan kemudian sendal jepit ditaruh di ban kemudian digembos," katanya.

Terakhir, ada tim penghambat. Tugasnya adalah sebagai penghambat apabila rekannya dikerjai oleh korban maupun warga sekitar.

"Tim ini menggunakan mobil untuk menghadang apabila ada pengejaran. Jadi kalau pelaku dikejar oleh petugas atau masyarakat. Dia menghambat pakai satu mobil," pungkas Iriawan. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini