Begini Keseharian Balita Obesitas di Bekasi, Joget ketika Dengar Musik
Merdeka.com - MKA, balita 16 bulan dengan berat badan 27 kilogram di Desa Pusakarakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi tetap beraktivitas normal layaknya anak seusianya. Dia juga merespons ketika diajak berbicara atau bercanda.
Bahkan meski mengalami kelebihan berat badan, anak keempat dari pasangan M Sopiyan dan Pitriah ini sudah bisa melakukan berbagai aktivitas. Seperti duduk meskipun terkadang harus bersandar pada tubuh orang tuanya.
"Ya ngerti kalau diajak bercanda. Kalau ada musik joget dia, videonya banyak emang dia, emang saya rekam mulu. Duduk udah bisa, balikin badan bisa tapi susah, berdiri sebenarnya bisa tapi enggak lama," kata Pitriah (40), ibu MKA, Selasa (22/2).
Selama ini, lanjut Pitriah, tidak ada keluhan dari buah hatinya itu. Aktivitas MKA juga tergolong normal layaknya anak seusianya meski mengalami obesitas.
"Enggak ada keluhan, BAB sih tiga kali sehari. Enggak sesak napas. Tidurnya juga normal waktunya," ujarnya.
Pitriah dan suaminya bersyukur anak keempat dari empat bersaudara itu dalam kondisi sehat. Namun dia kesulitan untuk mendapatkan popok karena tidak banyak warung atau minimarket yang menjual popok berukuran XXXL untul MKA.
"Jadinya saya pakein yang XXL, itu juga beli di warung, kalau yang XXXL di warung enggak ada, di minimarket juga langka, makanya kalau pakai popok pas tidur aja," katanya.
Selain itu, MKA juga sempat diberikan krim kental manis sebagai pengganti susu formula ketika usianya menginjak satu tahun. Hal itu dilakukan karena orang tuanya tidak mampu membeli susu formula.
"Bapaknya kerja di pemancingan, paling penghasilan sehari Rp50-80 ribu. Kalau saya sudah enggak kerja, dulu jadi buruh cuci. Makanya enggak kuat beli popok sering-sering. Pas setahun susu kental manis," ungkap Pitriah.
Sebelumnya, bayi berusia 16 bulan di Kabupaten Bekasi berinisial MKA mengalami obesitas. MKA viral di media sosial karena memiliki berat badan yang tidak normal dari balita seusianya. Total berat dia mencapai 26,9 kilogram. Hal ini menyebabkan orang tua kesulitan menggendong.
Balita MKA kini sudah ditangani tenaga kesehatan dengan menjalani rawat jalan secara intensif sejak Desember 2022.
"Sudah ditangani oleh petugas kesehatan kami. Dari puskesmas kemudian dirujuk ke rumah sakit dengan status peserta BPJS Kesehatan aktif," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Supriadinata di Cikarang, Selasa (21/2).
Dia mengatakan MKA terlahir dari pasangan M Sopiyan dan Pitriah yang tercatat sebagai warga Kampung Tambun Permata, RT 002 RW 002, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.
Petugas mengetahui kondisi obesitas MKA setelah orang tua balita itu mendatangi Posyandu Setyamulya di Desa Pusakarakyat pada Desember 2022 lalu.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya