Begini Cara Pemkot Makassar Antisipasi Covid-19 di Masjid saat Ramadan
Merdeka.com - Pemkot Makassar berupaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 di masjid saat Ramadan. Salah satunya memberlakukan pemilahan jemaah sebelum masuk ke dalam masjid.
Wali kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengaku telah mengambil kebijakan bahwa semua masjid harus membuka dua ruangan salat untuk memilah jemaah. Yakni ruang tertutup atau di dalam masjid dan ruang terbuka atau di luar masjid seperti teras.
"Bagi jemaah yang telah divaksin dan penyintas diperbolehkan masuk beribadah di dalam ruang tertutup atau di dalam masjid. Karena mereka dinilai sedikit lebih memiliki kekebalan tubuh. Sementara yang belum divaksin dan yang bukan penyintas, ibadahnya di ruang terbuka atau di luar masjid karena yang dicari itu udara bebas. Kebijakan ini diharapkan juga bisa memicu orang-orang untuk segera ikut vaksinasi," kata Danny Pomanto, Sabtu (27/3).
Meski demikian, kata Danny, protokol kesehatan tetap diberlakukan seperti menjaga jarak, kenakan masker dan membawa peralatan ibadah dari rumah.
Pemkot Makassar juga segera melakukan vaksinasi terhadap ribuan imam masjid, marbot dan pengurus masjid. Danny memprediksi ada 7.500-8.000 ribuan imam masjid, marbot dan pengurus masjid yang harus divaksinisasi.
Vaksinasi covid-19 terhadap imam masjid, marbut dan pengurus masjid ini mulai digelar pada hari Minggu pekan depan. Setelah tuntas kegiatan vaksinasi terhadap belasan ribu guru di Makassar untuk persiapan belajar tatap muka.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya