Begini Cara Bima Tipu Karyawan Honorer Jadi PNS di BKD DKI

Selasa, 13 Agustus 2019 21:58 Reporter : Ronald
Begini Cara Bima Tipu Karyawan Honorer Jadi PNS di BKD DKI Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Rekrutmen CPNS. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya terus menyelidiki kasus penipuan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dari kasus ini, satu orang tersangka berinisial HM alias Bima berhasil diamankan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, dari hasil pemeriksaan, pria yang berusia 57 tahun itu mengaku mendapatkan akses masuk ke Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI dari saudaranya. Di mana, lokasi itu dijadikan pertemuan antara korban dan tersangka.

"Saat ditanya, diketahui dia mendapatkan kartu akses masuk Gedung BKD DKI Jakarta dari saudaranya yang pensiunan pegawai di situ," katanya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/8).

Dia mengungkapkan, berbekal kartu akses itu lah tersangka dapat melancarkan aksi penipuannya. Ia selalu mengajak para korban atau para tenaga honorer bertemu di lantai VI gedung tersebut.

"Dia perlente, selalu menggunakan jas. Dia juga menggunakan tanda pengenal sebagai PNS Kemendikbud. Kemudian menunjukkan nama korban yang ada di SK CPNS, sehingga korban percaya," jelasnya.

Surat Keputusan (SK) CPNS itu belum dapat diberikan karena belum distempel. Ia mengiming-imingkan akan membantu korban namun dengan sejumlah uang.

"Untuk PNS penempatan wilayah DKI Jakarta harus memberikan uang Rp 100 juta. Sedangkan PNS di daerah Rp 70 juta. Korban yang tertipu diakui tersangka ada sebanyak 99 orang. Ini ada dari Jakarta, Bima, NTB, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten. Keuntungan yang diraup sekitar Rp 5,7 miliar," terang Argo.

Dia menambahkan, tersangka mendapatkan data korban dari internet. Setelah itu, dia mengajak korban bertemu.

Kemudian, surat pengangkatan atas nama korban dibuat sendiri oleh tersangka dengan bekal contoh surat pengangkatan di internet. Namun, Argo mengatakan, pernyataan tersangka itu tak serta merta dipercayai oleh penyidik.

"Nanti akan ditanya kembali apakah dia sendiri atau ada yang membantu, contoh dia punya kartu pengenal, kemudian dia punya ruangan di lantai VI BKD," pungkas Argo.

Sebelumnya, subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil ungkap penipuan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) atas tersangka berinisial HM alias Bima. Pengungkapan ini berawal dari empat laporan masyarakat yang masuk ke Polda Metro Jaya pada November 2015, Juni 2016, Agustus 2018, dan Oktober 2018. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Penipuan CPNS
  2. CPNS
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini