Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandarlampung secara aktif mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa (Cek KLIK) sebelum memutuskan untuk membeli atau mengonsumsi produk pangan. Imbauan ini disampaikan guna memastikan keamanan dan kualitas pangan yang beredar di tengah masyarakat, khususnya menjelang dan selama bulan suci Ramadan.
Kepala BBPOM di Bandarlampung, Bagus Heri Purnomo, menegaskan pentingnya kesadaran konsumen terhadap pangan yang akan dikonsumsi. Langkah proaktif ini diharapkan dapat melindungi kesehatan masyarakat dari potensi risiko yang ditimbulkan oleh produk pangan yang tidak memenuhi standar.
Pangan yang tidak sesuai ketentuan berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi, sehingga masyarakat disarankan untuk tidak membelinya. Pengawasan intensif akan terus dilakukan, terutama di bulan puasa, tanpa mengesampingkan komoditas lain dengan mempertimbangkan analisis risiko.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Cek KLIK untuk Keamanan Pangan
Penerapan Cek KLIK merupakan langkah fundamental bagi setiap konsumen untuk menjadi lebih cerdas dan proaktif dalam memilih produk pangan. "Cek" mengacu pada pemeriksaan kondisi kemasan yang tidak rusak atau penyok, "Label" memastikan informasi produk jelas dan lengkap, "Izin Edar" menunjukkan produk telah terdaftar di BBPOM, dan "Kedaluwarsa" memastikan produk masih layak konsumsi.
Bagus Heri Purnomo menekankan bahwa bahan pangan yang tidak memenuhi kriteria Cek KLIK sebaiknya dihindari. Konsumsi produk yang tidak sesuai standar dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga risiko yang lebih serius.
Kesadaran masyarakat dalam menerapkan Cek KLIK menjadi sangat krusial, terutama saat bulan Ramadan. Pada periode ini, peredaran produk pangan, termasuk takjil, cenderung meningkat, sehingga potensi munculnya produk tidak layak konsumsi juga bisa bertambah.
Advertisement
Dengan melakukan Cek KLIK secara mandiri, masyarakat dapat berkontribusi langsung dalam menciptakan lingkungan pangan yang lebih aman dan sehat bagi diri sendiri serta keluarga. Ini adalah bentuk perlindungan diri yang paling efektif.
Advertisement
Kolaborasi Pengawasan dan Penindakan
Untuk menjamin keamanan pangan yang beredar, pemerintah daerah dan BBPOM di Bandarlampung terus menjalin kolaborasi erat melalui pengawasan ketat. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan setiap produk pangan yang sampai ke tangan konsumen telah memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan.
Pengawasan yang dilakukan tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga represif. BBPOM Bandarlampung tidak segan untuk melakukan penindakan tegas terhadap pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran. Hal ini sebagai bentuk komitmen untuk melindungi masyarakat dari praktik-praktik yang merugikan.
Intensitas pengawasan ditingkatkan, khususnya menjelang dan selama bulan puasa, dengan mempertimbangkan analisis risiko terhadap komoditas pangan. Prioritas diberikan pada produk-produk yang rentan terhadap penyalahgunaan atau penurunan kualitas.
Advertisement
Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam menjaga ketersediaan pangan yang aman dan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat diharapkan turut serta dengan melaporkan jika menemukan produk pangan yang mencurigakan.
Advertisement
Hasil Pengawasan dan Rencana Mendatang
Hingga saat ini, BBPOM di Bandarlampung telah melaksanakan pengawasan terhadap sembilan sarana distribusi pangan. Dari pengawasan tersebut, ditemukan empat item produk kedaluwarsa dengan total 109 buah yang tidak layak edar.
Temuan ini menjadi bukti nyata bahwa masih ada produk pangan yang beredar tidak sesuai standar, sehingga pentingnya Cek KLIK oleh masyarakat menjadi semakin relevan. Produk-produk tersebut segera ditarik dari peredaran untuk mencegah konsumsi oleh masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, BBPOM Bandarlampung bersama pemerintah daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan segera melakukan pengawasan takjil. Pengawasan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada minggu depan, fokus pada makanan dan minuman yang banyak dijual selama bulan Ramadan.
Advertisement
Langkah-langkah pengawasan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko peredaran pangan tidak aman, sekaligus meningkatkan kesadaran produsen dan pedagang untuk selalu mematuhi ketentuan yang berlaku.
Sumber: AntaraNews