BBM Solar Langka di Sumatera Bagian Utara, Menteri ESDM Sebut Stok Banyak

Kamis, 14 Oktober 2021 22:34 Reporter : Abdullah Sani
BBM Solar Langka di Sumatera Bagian Utara, Menteri ESDM Sebut Stok Banyak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Arifin Tasrif. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar langka di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera, termasuk Riau. Pertamina sebelumnya menyampaikan stok solar menipis untuk wilayah Sumatera Bagian Utara, termasuk Riau.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Arifin Tasrif mengaku tidak tahu soal kelangkaan itu. Dia belum mendapat laporan dari Pertamina dan pihak-pihak terkait.

"Solar itu stoknya banyak, saya nggak tahu kenapa ada kekurangan. Apakah bocor? Kalau dari pusat alokasinya cukup," kata Arifin saat kunjungan kerja ke Riau, Kamis (14/10).

Arifin mengaku akan menanyakan hal itu ke Pertamina. "Karena alokasinya dari pusat sudah cukup. Saya baru dengar ada kelangkaan, tidak ada langka-langka," katanya.

Berbekal informasi dari wartawan, Arifin akan segera menindaklanjuti soal kekosongan solar di Riau, agar tidak menyulitkan masyarakat. "Nanti saya sampaikan (Pertamina)," kata Arifin.

Dalam kunjungannya, Arifin juga membahas soal Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang ditargetkan mampu memproduksi di atas 200 ribu barel hingga awal 2023 mendatang. Peningkatan ini dapat dilakukan dengan menambah sumur-sumur baru.

"Saat ini memang penurunan sudah dapat dikendalikan. Ini berkat bertambahnya pengeboran-pengeboran baru," kata Arifin.

Arifin mengatakan, pihaknya tetap akan berupaya agar produksi PHR bisa meningkat signifikan. Untuk memonitoring kinerja PHR, pihaknya tengah mencanangkan lebih hemat waktu dan biaya. "Sehingga bisa mendeteksi masalah- masalah di lapangan dan dilakukan perbaikan. Tentu menggunakan informasi terbaru," jelasnya.

Ahok Teruskan ke Dirut

Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku baru mengetahui informasi kelangkaan itu. Dia berjanji akan segera menindaklanjutinya dan mengambil langkah-langkah yanh diperlukan.

"Terima kasih infonya. Akan diteruskan ke Dirut (direktur utama Pertamina)," kata Ahok saat dikonfirmasi merdeka.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (14/10).

Saat ditanya apakah kelangkaan BBM subsidi itu karena stok Pertamina menipis untuk Riau, Ahok menduga adanya penyelewengan. "Bisa jadi karena banyak penyimpangan," tegas Ahok.

Ahok mengaku sudah memerintahkan bagian direksi pertamina untuk menangani permasalahan kelangkaan solar tersebut. Dia tak ingin masalah itu terjadi berlarut-larut. "Sudah (saya) minta direksi kerjakan," kata Ahok. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini