Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali memperkuat sinergi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Kolaborasi ini bertujuan untuk menggalakkan layanan Sedekah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), sebuah inisiatif penting dalam upaya mengatasi permasalahan stunting di seluruh wilayah Indonesia. Program ini dirancang untuk memfasilitasi partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan dukungan kepada keluarga yang membutuhkan.
Deputi I Baznas RI Bidang Pengumpulan, Mohamad Arifin Purwakananta, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dari penggabungan pengelolaan dana sosial keagamaan dengan keahlian teknis dalam penanganan kesehatan keluarga dan kependudukan. Baznas berkomitmen untuk menjembatani antara para muzaki atau masyarakat mampu dengan keluarga kurang mampu yang rentan terhadap stunting. Hal ini sejalan dengan fokus Baznas pada mustahik fakir miskin yang mencakup dimensi kesehatan keluarga.
Arifin menjelaskan bahwa kemiskinan seringkali menjadi faktor pemicu kondisi stunting, sehingga dana zakat dan sedekah menjadi solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Pengelolaan dana ini dilakukan secara terukur melalui kolaborasi erat dengan lembaga yang memiliki rekam jejak dan keahlian di bidangnya, seperti Kemendukbangga/BKKBN. Tujuannya adalah memastikan bantuan yang disalurkan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga memberikan dampak positif jangka panjang bagi penerima manfaat.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Pengelolaan Dana Sosial dan Penanganan Stunting
Kolaborasi antara Baznas dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menjadi langkah strategis dalam penanganan stunting di Indonesia. Mohamad Arifin Purwakananta menekankan bahwa Baznas memiliki peran krusial sebagai penghubung antara masyarakat yang memiliki kemampuan finansial (muzaki) dengan keluarga kurang mampu yang berisiko tinggi mengalami stunting. Sinergi ini memastikan bahwa bantuan disalurkan kepada pihak yang paling membutuhkan.
Arifin juga menambahkan, pengelolaan zakat dan sedekah dalam program Sedekah Genting dilakukan secara profesional dan terukur. Hal ini tercermin dari kerja sama dengan Kemendukbangga/BKKBN yang memiliki kompetensi teknis dan keahlian di bidang kependudukan serta kesehatan keluarga. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadikan penanganan stunting lebih komprehensif dan tepat sasaran, tidak hanya sekadar memberikan bantuan sesaat.
Fokus utama Baznas pada mustahik fakir miskin secara langsung bersentuhan dengan isu kesehatan keluarga, termasuk stunting. Dengan demikian, zakat dan sedekah yang terkumpul melalui program Sedekah Genting menjadi instrumen efektif untuk mengatasi dampak kemiskinan yang seringkali berujung pada masalah gizi buruk pada anak. Ini adalah bentuk nyata kepedulian sosial yang didukung oleh data dan keahlian teknis.
Advertisement
Advertisement
Mekanisme dan Target Program Sedekah Genting
Untuk memudahkan masyarakat berpartisipasi, Baznas telah menyediakan dompet donasi khusus untuk Sedekah Genting. Melalui dompet ini, masyarakat dapat menyalurkan bantuan yang secara spesifik dialokasikan untuk program pencegahan stunting yang diimplementasikan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Ini memastikan transparansi dan akuntabilitas penyaluran dana.
Dalam hal penentuan penerima manfaat, Arifin menjelaskan bahwa proses verifikasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Baznas menggunakan data terpadu yang berasal dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN serta Kementerian Sosial. Integrasi data ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan tersalurkan kepada keluarga yang benar-benar memenuhi kriteria dan berisiko stunting, sehingga program menjadi lebih efektif.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Yuni Hastutiningsih, menambahkan bahwa program Genting secara khusus menargetkan keluarga berisiko stunting, terutama dari kelompok ekonomi desil 1 hingga 3. Berdasarkan hasil penelitian, hampir 50 persen prevalensi stunting ditemukan pada keluarga dengan kondisi ekonomi tidak mampu. Oleh karena itu, fokus pada kelompok ini sangat krusial.
Advertisement
Advertisement
Visi Indonesia Emas 2045 dan Peran Masyarakat
Program Sedekah Genting sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Yuni Hastutiningsih menekankan pentingnya mempersiapkan kualitas generasi masa depan sejak dini, mengingat anak-anak yang akan menjadi produktif pada tahun 2045 saat ini sedang berada dalam fase tumbuh kembang. Pencegahan stunting adalah investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia Indonesia.
Yuni juga mengajak dunia usaha dan seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam gerakan ini. Ia menyoroti bahwa selama ini ketergantungan pada Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan belum merata. Kini, saatnya masyarakat yang mampu mengambil peran sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Kepedulian kolektif ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting secara signifikan.
Partisipasi aktif masyarakat dalam program Sedekah Genting bukan hanya sekadar kegiatan sosial sesaat, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan. Mohamad Arifin Purwakananta berharap, gerakan ini akan terus tumbuh dan menjadi bagian integral dari upaya kolektif bangsa dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Dengan demikian, cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat tercapai melalui fondasi keluarga yang kuat dan bebas stunting.
Advertisement
Sumber: AntaraNews