Bayi 2 bulan selamat setelah tertimbun longsor selama 12 jam
Merdeka.com - Usai memantau prosesi pemakaman tujuh korban meninggal akibat bencana longsor di Kintamani, Bangli, Bali, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berkeliling menjumpai para korban selamat dan masih dirawat di rumah sakit.
Khofifah menjenguk korban longsor yang dirawat di RSUD Bangli. Langkah Khofifah berhenti saat melihat bayi laki-laki berumur dua bulan. Ada luka lecet di bagian dahi bayi tersebut. Bayi ini berhasil selamat setelah tertimbun longsor selama hampir 12 jam.
"Ini tanda kebesaran Allah dan sebuah mukjizat Allah. Bayi laki-laki berumur 2 bulan ini tertimbun hampir 12 jam. Bahkan saat ditemukan harus mengevakuasi hampir 4 jam," tutur Mensos sambil mengusap kening sang bayi.
Khofifah menggendongnya bayi tersebut. Dia mengatakan bayi ini diselamatkan setelah tim evakuasi mendengar suara tangisan di antara reruntuhan. Bayi ini bertahan hidup dalam dekapan kakeknya yang tewas dalam musibah itu.
"Bayi ini oleh ibunya diberi tambahan nama Slamet. Dan akhirnya dipanggil dengan nama Slamet. Saat saya tanya, kok bisa ya. Jawabnya karena dia selamat. Sementara kakeknya yang melindungi bayi ini meninggal," kata Khofifah sambil menggendong Slamet.
Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto hadir sebagai koordinator team yang memberikan motivasi kepada sang ibu. Kak Seto menyampaikan motivasi dan memberikan penguatan untuk mengurangi rasa trauma.
"Secara umum hasil awal menunjukkan bahwa pengungsi dan warga yang anggota keluarganya meninggal/luka berat dan warga yang masih berada di tempat pengungsian mengalami kesedihan mendalam, trauma dan kecemasan akan kehidupan selanjutnya," papar Kak Seto.
Saat ini, upaya yang dilakukan terhadap pengungsi adalah memberikan layanan psikososial secara berkelanjutan (trauma healing, counseling, spirit of life, life review therapy dan play therapy).
"Dalam jangka panjang diperlukan penanganan pascatrauma atau Post Trauma Stress Disorder," demikian Seto. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya