Bawaslu sebut peserta kampanye tak sebar hoaks di medsos

Minggu, 30 September 2018 15:46 Reporter : Sania Mashabi
Bawaslu sebut peserta kampanye tak sebar hoaks di medsos Diskusi Publik melawan Hoaks. ©2018 Merdeka.com/Sania Mashabi

Merdeka.com - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Eduward Siregar menyoroti masalah penyebaran hoaks di media sosial jelang Pilpres 2019. Kata dia, selama ini yang sering membuat gaduh suasana jelang Pilpres bukanlah akun resmi para peserta Pemilu.

"Setiap peserta kampanye, punya 10 akun misalnya. Akun media sosial. Tetapi kita tahu yang sering bikin pusing kita semua itu bukanlah akun-akun resmi dari peserta kampanye atau pelaksana kampanye," katanya dalam sebuah diskusi di Kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Minggu (30/9).

Menurut Fritz, pemilik akun pembuat gaduh itu juga sulit untuk dideteksi keberadaannya. Dia hanya bisa memastikan para oknum tersebut tidak punya hubungan dengan peserta Pemilu 2019.

"Yang bikin pusing kita kan akun-akun orang-orang yang tidak dapat kita deteksi keberadaannya. Yang tidak punya hubungan dengan peserta pemilu," ungkapnya.

Dia berharap akun-akun semacam ini bisa segera ditindak oleh Kepolisian. Sebab, lanjut dia, Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk menindak akun tersebut.

"Di situ lah sebenarnya peran dari kepolisian itu sangat penting karena tim cybernya Kepolisian punya kemampuan untuk melakukan segala tindakan dan kalau kita mau lihat sebenarnya dari apa yang dilakukan oleh Kepolisian dari Saracen, MCA," ucapnya. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini