Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Batu giok guliga banyak diburu pejabat di Aceh

Batu giok guliga banyak diburu pejabat di Aceh Batu Akik. ©REUTERS/Beawiharta

Merdeka.com - Pameran dan kontes batu cincin nasional yang digelar oleh Gabungan Pecinta Batu Alam (GaPBA) Aceh akan berakhir hari in i, Selasa (10/3). Pameran ini pun akan ditutup nanti malam sampai pukul 00.00 WIB yang berlangsung di Pasar Aceh lantai III, Banda Aceh.

Adapun batu yang banyak diburu oleh warga adalah cempaka madu merah. Sedangkan batu cincin yang banyak diburu oleh pejabat adalah jenis batu guliga yang berwarna merah muda disertakan bermacam motif di dalam batu saat disenter.

Pantauan merdeka.com, ada ribuan warga Banda Aceh memadati pameran batu ini. Tidak hanya warga Banda Aceh, hadir juga sejumlah wisatawan mancanegara seperti dari Malaysia dan negara-negara lainnya.

Penjaga stand terlihat sibuk melayani pengunjung, ada hanya sekadar bertanya jenis dan harga batu cincin beragam jenis. Ada juga yang langsung membeli batu cincin yang sudah jadi, sebagiannya lagi ada membeli bongkahan batu giok Aceh.

Ada beragam jenis batu cincin tersedia di pameran dan kontes batu cincin, baik batu cincin asal Aceh, seperti batu asal Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Selatan dan dataran tinggi Gayo. Di pameran ini juga tersedia beberapa jenis batu yang didatangkan dari luar Aceh dan mancanegara.

Di antaranya terdapat batu Kalimaya berwarna putih polos berasal dari Banten, batu Bacan berwarna biru asal Maluku Utara. Selain itu ada juga dijual batu Delima Siam berwarna merah polos berkilau asal Thailand dan batu Badar Besi berwarna kehitaman dengan banyak motif asal Afrika.

"Selain orang pribumi, ada yang datang dari luar Aceh ada juga pengunjung dari Malaysia, jadi dengan adanya pameran ini sangat menguntungkan kami untuk mempromosikan jualan kami," kata salah seorang penjaga stand, Teuku Nanad (25), Selasa (10/3) di Banda Aceh.

Sementara itu seorang penjaga stand lainnya, Fauzan Khusen (26) mengaku, adapun batu giok yang banyak diburu oleh pejabat sekarang adalah giok Guliga. Di antaranya yang sudah menggunakan giok Guliga ini adalah Bupati Aceh Jaya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya. Saat ini, Fauzan juga sudah diminta oleh Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf untuk mencari giok Guliga untuk digunakan oleh dirinya.

"Giok ini sangat langka kita dapatkan, tetapi banyak diburu oleh pejabat, termasuk Muallem (Sapaan akrap Muzakir Manaf) diminta saya untuk mencarinya," tukas Fauzan Khusen.

Menurutnya, acara pemeran seperti ini sangat berguna bagi pebisnis dan pecinta batu cincin. Karena dengan adanya pameran dan kontes batu, maka bila ada batu jenis baru yang ditemukan akan sangat membantu batu baru yang ditemukan ini bernilai.

"Seperti giok solar, harganya mahal kan setelah menang kontes di Jakarta, makanya sangat membantu kami kalau sering dibuat even seperti ini. Kami berharap pemerintah bisa sering-sering membuatnya," harapnya.

Adapun omset menurut pengakuan mereka selama even pemeran dan kontes batu cincin selama 5 hari ini berkisar antara Rp 3 juta hingga 5 juta setiap harinya. Adapun harga batu yang tersedia di pameran ini antara Rp 150 ribu hingga ratusan juta rupiah.

Namun yang banyak diburu oleh pembeli adalah batu jenis cempaka merah dan cempaka madu. Harganya pun sangat ekonomis berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta. Selain itu juga banyak diburu batu giok jenis solar kisaran harga antara Rp 1,5 juta hingga puluhan juta.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP