Basarnas setop pencarian korban gempa di Sulteng, 2 pekan temukan 975 jenazah

Jumat, 12 Oktober 2018 08:56 Reporter : Saud Rosadi
Kepulangan tim Basarnas Balikpapan dari Sulteng. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional atau Basarnas, menutup operasi SAR di Palu, Kamis (11/10). Dua pekan pascagempa dan tsunami, Basarnas mengevakuasi 975 jenazah. Hari ini, Basarnas dari berbagai kantor SAR, pulang ke daerah masing-masing.

"Sesuai arahan kantor pusat Basarnas, operasi SAR gempa dan tsunami di Palu, dihentikan," kata Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Balikpapan, Octavianto, Jumat (12/10).

Tim Basarnas Balikpapan merupakan gabungan 16 rescuer dari pos Basarnas Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, dan juga 9 personel potensi dan unsur SAR di Balikpapan.

Penyampaian penutupan operasi SAR di Palu, diterima Kamis (11/10) kemarin, yang ditujukan bagi seluruh kepala kantor SAR, yang terlibat dalam operasi di Palu. Tim Basarnas Balikpapan, saat ini sudah berada di Bandara Mutiara Sis Al Jufrie, Palu, setelah meninggalkan kantor Basarnas Palu, sebagai posko gabungan Basarnas.

"Semua rescuer, dan potensi SAR Balikpapan, pagi ini kembali ke Balikpapan, menggunakan pesawat CN milik TNI AU," ujar Octavianto.

Secara keseluruhan, dalam catatan dua pekan operasi SAR yang dilakukan Basarnas bersama potensi SAR lain, berhasil menemukan dan mengevakuasi 975 korban meninggal dunia, dan 87 korban selamat.

"Basarnas Balikpapan tinggalkan Bandara Palu pagi ini. Di dalam pesawat, juga mengevakuasi korban luka-luka, menuju ke Balikpapan," kata Octavianto. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini