Basarnas Samarinda Soal Tanda SOS di Peta Google: Tak Ada Bahaya
Merdeka.com - Tanda simbol SOS atau tanda bahaya siang ini tadi sempat muncul di peta google wilayah sekitar kota Samarinda dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Warga pun sempat dibikin heboh. Ditelusuri, tidak ada yang berada dalam kondisi gawat darurat dengan kemunculan simbol SOS itu.
Simbol SOS itu muncul sekitar pukul 12.30 WITA. Tangkapan layar peta google menyebar di media sosial. Relawan kemanusiaan bergerak menelusuri titik simbol SOS di peta Google itu.
"Iya, tidak ada (kondisi bahaya apapun). Teman-teman relawan pun sudah mengeceknya, hasilnya negatif," kata Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Effendi, dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (30/5).
Menurut Riqi, sejauh ini belum diketahui persis sebab munculnya simbol penanda SOS pada peta Google itu. “Sebelumnya juga kan juga pernah ada kejadian waktu Sriwijaya Air. Tapi begitu dilakukan pengecekan, negatif. Simbolnya sama,” ujar Riqi.
Dari penelusuran, simbol SOS itu muncul di kawasan sekitar Samarinda dan Kutai Kartanegara. Juga belum diketahui persis kemungkinan pengguna gadget, sengaja memunculkan simbol SOS itu di peta.
“Yang dikhawatirkan, ada yang melakukan plot di titik itu pakai tanda simbol SOS,” ungkap Riqi.
Diterangkan Riqi, Basarnas memastikan tidak ada menerima sinyal bahaya atau darurat dengan kode SOS. Kalaupun memang benar SOS, akan terpancar dan diterima terminal satelit Basarnas di Bogor, Jawa Barat.
"Seperti kejadian ini, akan diteruskan ke kami di Basarnas Samarinda,” terang Riqi.
Dijelaskan, sinyal SOS tidak hanya akan diterima di Indonesia juga, melainkan juga negara lain berdekatan dengan Indonesia. "Seperti Singapura dan Australia juga akan mendeteksinya,” tutupnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya