Banyak Suara Hilang di Bangkalan, Sejumlah Caleg Duga Ada Kongkalikong

Senin, 13 Mei 2019 23:38 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Banyak Suara Hilang di Bangkalan, Sejumlah Caleg Duga Ada Kongkalikong Rapat Pleno KPU Jatim. ©2019 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Merdeka.com - Rapat pleno terakhir rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 di Jawa Timur diskor karena memanas Jumat (10/5) malam kemarin. Sampai hari ini belum ada kepastian kapan pleno akan kembali dilanjutkan.

Pihak-pihak yang merasa dirugikan karena puluhan ribu suaranya hilang melayangkan protes. Salah satunya calon legislatif DPR RI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Zaini Rahman. Zaini mengaku telah melaporkan kasus ini ke Bawaslu Jawa Timur, namun tidak direspons.

"saya sudah lapor ke Bawaslu Jawa Timur dan minta agar KPUD Jatim mencocokan data DB1 KPUD Bangkalan dengan data DAA plano di pleno KPU Jatim, tapi diabaikan. Dalam arti KPUD Jatim enggak mau membuka DAA plano. Ini kacau dan brutal," kata Zaini, Senin (13/5).

Dia menduga adanya persekongkolan jahat dari penyelenggara pemilu untuk menguntungkan caleg tertentu. Hal itu terlihat dari perbedaan data DA 1 dengan Form DB1.

"kalau melihat perbedaan data antara DA1 dan C1 yang saya miliki dengan DB1 berarti hilangnya suara saya terjadi di rekap KPUD bangkalan. Ini ada yang bermain, ada yang bersekongkol," ujarnya.

Zaini menegaskan akan menempuh segala upaya yang disediakan UU sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Saya akan kawal proses ini sampai ke MK karena saya punya bukti-bukti, ini menyangkut hak politik dan hak konstitusional saya dan para pemilih saya," tegas dia.

Sejalan dengan Zaini, caleg DPR RI dari partai Gerindra, Nizar Zahro juga melayangkan protes kepada KPUD dan Bawaslu. Dia mengaku telah melihat secara langsung dugaan kecurangan dalam pleno rekapitulasi suara.

"Malam itu, saya menjadi saksi fakta dan melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana ada dua DA 1 disandingkan di Kecamatan Batumarmar dan Kecamatan Waru di DPRD provinsi direstui oleh Bawaslu dan komisioner (KPU)," ungkap Nizar.

Ketua DPP Partai Gerindra ini menyebut suara partainya hilang sekitar 36 ribu di Kabupaten Bangkalan. Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya agar kasus ini menjadi transparan.

"Di forum rekap ini, apapun hasilnya apapun yang kita perjuangkan, Partai Gerindra ingin membuka apa yang terjadi sesungguhnya," tutup Nizar. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini