Banyak penumpang KRL mengeluhkan kondisi Stasiun Rangkasbitung
Merdeka.com - Sejumlah penumpang KRL dari maupun tujuan Rangkasbitung mengeluh kurang memuaskannya layanan di stasiun. Dia meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan setelah dioperasikan commuter line pada 1 April 2017 rute Rangkasbitung-Tanahabang.
"Kami sebagai pengguna jasa angkutan kereta api tentu tidak merasa nyaman pelayanan yang diberikan PT KAI itu," kata seorang penumpang warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Samsiah (50), Minggu (2/4).
Di antara persoalan yang dikeluhkan yaitu kondisi Stasiun Rangkasbitung yang selalu dipadati penumpang baik keberangkatan maupun kedatangan. Imbasnya penumpang harus mengantre hingga berdesak-desakan untuk membeli tiket.
Selain itu juga penumpang kesulitan setelah tiba di Stasiun Rangkasbitung karena ribuan orang terjebak di pintu keluar.
Apalagi pintu keluar tersebut menggunakan tiket elektronik, sehingga banyak pintu yang macet dan tidak memberikan sinyal hijau. Di samping itu juga pintu keluar hanya memiliki lima jalur sehingga antrean penumpang cukup panjang.
"Kami bingung setelah tiba di Stasiun Rangkasbitung terjebak di pintu keluar hingga saling berdesakan," kata Samsiah.
Begitu juga Nana (45) seorang penumpang warga Rangkasbitung mengatakan selama ini PT KAI terlalu memaksakan pengoperasian KRL karena sarana dan prasarana belum memadai, sehingga terjadi antrean panjang hingga berdesakan.
Bahkan, banyak penumpang terjadi adu mulut dengan petugas akibat ketidaksiapan PT KAI.
"Kami lebih setuju PT KAI kembali mengoperasikan KA Ekonomi lokal, seperti Rangkas Jaya," ujarnya.
Rizal (50) seorang penumpang mengatakan dirinya sangat mendukung pengoperasian commuter line rute Rangkasbitung-Tanahabang, namun perlu ditingkatkan kualitas pelayanan.
Selama ini kondisi Stasiun Rangkasbitung belum memadai pengoperasian KRL akibat minimnya sarana dan prasarana tersebut.
Kepala Stasiun Rangkasbitung Endarno mengaku pihaknya bekerja keras untuk mengoptimalkan pelayanan dengan mengerahkan petugas di lapangan, agar tidak terjadi antrean panjang.
Namun kondisi sarana dan prasarana stasiun masih minim sehingga terjadi penumpukan dan antrean, terutama di pintu keluar. Ia meminta penumpang bersabar dan mengantre karena minimnya sarana prasarana tersebut.
Pengoperasian KRL rute Rangkasbitung-Tanahabang dilayani 19 perjalanan dengan jadwal mulai pukul 04.00 WIB sampai 20.40 WIB. Sedangkan, rute Tanahabang-Rangkasbitung sebanyak 16 perjalanan mulai pukul 05.50 WIB hingga 21.45 WIB.
"Kami bekerja keras agar semua penumpang merasa nyaman dan tertib menggunakan jasa angkutan KRL," katanya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya