Bantu Tangkap Napi Lari, Dua Warga Dapat Penghargaan dari Rutan Wates

Kamis, 31 Oktober 2019 01:34 Reporter : Purnomo Edi
Bantu Tangkap Napi Lari, Dua Warga Dapat Penghargaan dari Rutan Wates Ilustrasi penjara. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua warga Kulon Progo mendapatkan penghargaan dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Wates, Rabu (30/10). Dua warga berinisial ATM dan MRS ini mendapatkan penghargaan karena membantu menangkap narapidana kabur dari Rutan Wates.

Penghargaan kepada dua warga ini diserahkan di Aula Rutan Wates. Atas bantuan dari dua warga ini, tiga narapidana yang kabur dari Rutan Wates berhasil ditangkap.

ATM mengaku sengaja membantu pencarian terhadap narapidana yang kabur dari Rutan Wates. Berbekal informasi bahwa ada narapidana melarikan diri dari Rutan Wates, ATM sengaja mencari keberadaan narapidana tersebut.

Atas bantuan ATM, dua narapidana yang melarikan diri yaitu Taufikurrohman dan Abdul Aziz berhasil ditangkap. Keduanya ditangkap di Dusun Blumbang, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Kedua narapidana ini dibekuk sesaat usai melarikan diri dari Rutan Wates.

ATM mengatakan saat itu kedua narapidana ingin menyewa ojek dan pergi keluar dari Kulon Progo. Namun permintaan kedua narapidana itu ditolak oleh ATM dan rekan-rekannya.

"Di Dusun Blumbang, di situlah kita sama teman-teman bisa ketemu napi yang lari dari Rutan Wates. Jadi ceritanya mereka cari tumpangan (ojek). Tapi saya dan warga enggak mau. Nggak lama, mereka kami tangkap bersama pegawai Rutan," ujar ATM di Rutan Wates.

Sedangkan warga lainnya yang mendapatkan penghargaan adalah MRS. MRS memberikan informasi keberadaan Sustristiyanto, narapidana yang kabur dari Rutan Wates. MRS menemukan Sutristiyanto yang bersembunyi di kebun jagung tak jauh dari Rutan Wates.

"Saya ke kebun mau mencari arit (sabit) punya tetangga saya yang hilang. Enggak sengaja ketemu sama napi yang lari. Saya sempat diancam dan enggak boleh membocorkan. Saya juga sempat disuruh mijitin kakinya tapi saya enggak mau," ungkap MRS.

MRS pun akhirnya melaporkan pertemuannya dengan Sutristiyanto kepada petugas Rutan Wates. Kemudian petugas pun membekuk Sutristiyanto yang mengalami luka di bagian kaki usai kabur dengan cara melompati pagar belakang Rutan Wates.

"Saya sempat bingung juga. Ketimbang saya repot juga kalau ada apa-apa di ladang, ya saya laporkan," katanya.

Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II B Wates, Priyatno menambahkan pemberian penghargaan semata wujud rasa terima kasih. "Ya sebagai wujud rasa terima kasih kepada masyarakat yang membantu," tegas Priyatno. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini