Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bantu biaya korban bom Samarinda, Wiranto koordinasi dengan Pemda

Bantu biaya korban bom Samarinda, Wiranto koordinasi dengan Pemda Gereja Oikumene dijaga ketat. ©2016 Merdeka.com/Nur Aditya

Merdeka.com - Empat bocah menjadi korban bom molotov di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Satu di antara mereka, Intan Marbun, meninggal dunia pada Senin (14/11) dini hari kemarin. Menko Polhukam Wiranto segera berkoordinasi dengan Pemda Samarinda memberikan bantuan biaya tempat ketiga korban dirawat.

"Tentunya nanti saya akan koordinasi dengan Pemda setempat, dengan BNPT bagaimana penanganan korban-korban seperti itu bagaimana," kata Wiranto di Jakarta, Selasa (15/11).

Wiranto belum dapat memastikan secara rinci apa saja bantuan diberikan pemerintah pusat terhadap ketiga korban. Sebab, dalam Undang-undang Terorisme belum mengatur adanya bantuan untuk penanganan korban terorisme. Maka dari itu, Wiranto mengatakan pemerintah akan mengandalkan BPJS untuk membantu para korban.

"Sebenarnya begini kan kalau soal rumah sakit kan memang itu sudah ada BPJS. Kan itu belum ada di undang-undang, belum ada. Bagaimana penanganan korban terorisme," ujarnya.

Korban adalah rombongan jemaah baru selesai menunaikan ibadah kemudian berjalan menuju lokasi parkir kendaraan. Salah satu dari mereka, Intan Marbun masih berusia tiga tahun meninggal dunia lantaran menderita luka bakar 70 persen, dengan kondisi tubuh sebagian besar hangus. Sementara, pelaku pengeboman, yakni Johanda pernah menjadi narapidana kasus teroris bom Puspitek Tangerang dan bom buku di Jakarta.

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP