Bantah gabung Partai Berkarya, Pollycarpus ingin akuisisi perusahaan penerbangan

Rabu, 29 Agustus 2018 16:33 Reporter : Aksara Bebey
Bantah gabung Partai Berkarya, Pollycarpus ingin akuisisi perusahaan penerbangan Pollycarpus Priyanto. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Pollycarpus Budihari Priyanto mengakui ada sejumlah partai politik yang mengajaknya bergabung. Namun, mantan terpidana kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib itu mengaku tidak tertarik.

Pollycarpus membantah kabar yang menyebutnya bakal masuk sebagai kader Partai Berkarya yang didirikan putra Presiden ke-2 RI, Soeharto yakni Hutomo Mandala Putra atau lebih dikenal dengan Tommy Soeharto.

"Oh Partai Berkarya, saya enggak (mau berpolitik)," katanya di Kantor Balai Pemasyarakatan, Kota Bandung, Rabu (29/8).

Tawaran tak hanya datang dari Partai Berkarya. Namun semua ditolak. Pollycarpus mengaku ingin melanjutkan karirnya di dunia penerbangan.

"Memang diajak tapi tidak membidangi untuk politik saya tidak mau. Saya lebih suka kerja profesional, saya tidak suka politik," jelas dia.

Dia berencana memiliki perusahaan sendiri setelah sempat bekerja di PT Gatari sebagai Asisten Direktur. Gatari Hutama Air Service atau lebih dikenal dengan nama Gatari Air Service adalah sebuah maskapai penerbangan yang melayani penyewaan (charter) helikopter dan juga pesawat terbang terutama bagi perusahaan-perusahaan perminyakan.

"Saya mau mengakuisisi perusahaan penerbangan, juga ada rencana untuk mendatangkan helikopter yang ringan untuk keperluan seluruh Indonesia. Sekarang sedang survei di Jakarta dan daerah lain," kata dia.

Diberitakan merdeka.com sebelumnya, Pollycarpus tercatat sebagai anggota Partai Berkarya. Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Badaruddin Andi Picung.

Menurutnya partai Berkarya tidak pilih-pilih latar belakang masyarakat yang akan mendaftarkan diri sebagai kader selama memenuhi syarat dasar yaitu memiliki KTP, berumur minimal 17 tahun dan berkewarganegaraan Indonesia

Pollycarpus disebut mendaftarkan diri dari daerah Tangerang, Banten. Selain dia, ada juga nama mantan terdakwa kasus munir lainnya yakni mantan Deputi V badan Intelijen Negara Muchdi Purwoprandjono yang didapuk sebagai Ketua Dewan Kehormatan dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini