Bantah Eksepsi Billy Sindoro, Jaksa Akan Hadirkan Aher dan Deddy Mizwar

Rabu, 26 Desember 2018 16:32 Reporter : Aksara Bebey
Bantah Eksepsi Billy Sindoro, Jaksa Akan Hadirkan Aher dan Deddy Mizwar Ahmad Heryawan. ©2018 Merdeka.com/Aksara bebey

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan sejumlah saksi terkait dugaan kasus suap Meikarta. Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar pun termasuk yang akan dihadirkan.

Hal itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum, Yadyn usai sidang eksepsi di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LL. RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (26/12).

"Pak Deddy Mizwar sudah dipanggil oleh KPK, tentu beliau menceritakan tentang peristiwa perbuatan apa selama proses perizinan meikarta berlangsung. Terkait substansi hasil pemeriksaan saya tidak bisa jabarkan di sini nanti kita lihat dalam proses persidangan selanjutnya.

"Insya Allah yang ada dalam dakwaan itu akan kami hadirkan (Deddy Mizwar dan Ahmad Heryawan) sebagai saksi," katanya.

Selain dua mantan orang nomer satu di Jawa Barat, Jaksa akan menghadirkan semua yang terkait dalam dakwaan akan dihadirkan dalam persidangan, baik yang menerima terkait peristiwanya mulai dari IPPT, RDTR, Proteksi kebakaran, SK LH, maupun terkait dengan IMB.

Disinggung mengenai materi eksepsi yang disampaikan oleh kuasa hukum Billy Sindoro, Yadyn mengatakan, sudah keluar dari koridor pokok perkara sebagaimana di maksud pasal 156 ayat 1 KUHP.

Ia menegaskan, tim Jaksa Penuntut Umum sudah memiliki strategi pembuktian yang akan ditampilkan dalam persidangan selanjutnya yang rencananya digelar pada 2 Januari 2019.

"Kami akan mengajukan tanggapan atas eksepsi dari tim penasehat hukum, kami akan mengurai tentang kualifikasi pertanggungjawaban pidana, kualifikasi peristiwa perbuatan, dari situ kita hubungkan dengan materi eksepsi yang disampaikan oleh tim penasehat hukum, bahwasanya halaman halaman yang dikaji terkait dengan eksepsi yang dimaksud, kami akan bantah dengan eksepsi yang akan kami ajukan," jelasnya.

"Apa yang ada dalam surat dakwaan itu akan kami buktikan dalam persidangan intinya sebagaimana yang di maksud pasal 184 KUHP alat-alat bukti kami miliki, namun tidak bisa kami sampaikan di sini, kami jabarkan dalam persidangan selanjutnya," sambungnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini