Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengambil langkah diskresi dengan mengizinkan kendaraan roda dua untuk melintas di Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono. Kebijakan ini diterapkan menyusul kondisi banjir parah yang melanda sebagian wilayah Jakarta akibat hujan deras sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi. Keputusan ini diambil untuk mengatasi penumpukan kendaraan dan memastikan kelancaran lalu lintas di tengah genangan air yang tinggi.
Kepala Induk Jaya 2 Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKP Sumari, menjelaskan bahwa banjir di Jalan Arteri Ahmad Yani telah memutus akses menuju Tanjung Priok. Ketinggian air yang mencapai 60 hingga 80 cm membuat pengendara roda dua tidak dapat melintas di jalur arteri tersebut. Akibatnya, banyak pengendara motor menumpuk di Gerbang Tol Pulomas, mencari jalur alternatif.
Diskresi kepolisian ini memungkinkan pengendara motor untuk menggunakan jalur tol sebagai solusi sementara. Petugas kepolisian juga melakukan pengawalan ketat bagi para pengendara motor dari Gerbang Tol Pulomas sampai Off Ramp Kebon Bawang. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pengalihan rute berlangsung, memastikan tidak ada insiden yang tidak diinginkan.
Advertisement
Advertisement
Diskresi Kepolisian Akibat Banjir di Arteri Ahmad Yani
Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam (17/1) hingga Minggu pagi telah menyebabkan banjir signifikan di berbagai titik. Salah satu area yang terdampak parah adalah Jalan Arteri Ahmad Yani, yang menjadi jalur vital menuju Tanjung Priok. Ketinggian air yang mencapai 60 hingga 80 cm membuat jalur ini tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, memicu penumpukan di sekitar Gerbang Tol Pulomas.
AKP Sumari menyatakan, "Tinggi air antara 60 sampai 80 cm sehingga roda dua tidak bisa melintas dan menumpuk di Gerbang Tol Pulomas semakin banyak. Lalu, kami putuskan untuk diskresi." Keputusan untuk mengizinkan motor masuk Tol Wiyoto Wiyono ini merupakan upaya darurat untuk mengurai kemacetan dan memberikan solusi bagi pengendara yang terjebak banjir. Diskresi ini diambil demi kepentingan keselamatan dan kelancaran mobilitas warga.
Melalui akun media sosial X, @tmcpoldametro mengunggah informasi terkait kebijakan ini, menegaskan bahwa Ditlantas Polda Metro Jaya bekerja sama dengan PT. CMNP. "Ditlantas Polda Metro Jaya bekerja sama dengan petugas jalan tol PT. CMNP melakukan diskresi kepolisian dengan memberikan akses masuk kepada pengendara motor untuk melintas melalui Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono di GT. Pulo Mas arah Tanjung Priok imbas banjir di Jl. Jend. Ahmad Yani," tulis akun tersebut. Unggahan tersebut juga memperlihatkan antrean pengendara motor yang tertib memasuki jalan tol.
Advertisement
Advertisement
Pengawalan Ketat Demi Keamanan Pengendara Motor
Setelah keputusan diskresi diambil, petugas kepolisian dari Ditlantas Polda Metro Jaya segera bertindak untuk mengawal para pengendara motor. Pengawalan dilakukan secara ketat dari Gerbang Tol Pulomas hingga pintu keluar (Off Ramp) Kebon Bawang. Langkah ini sangat penting mengingat jalan tol umumnya tidak diperuntukkan bagi kendaraan roda dua, sehingga diperlukan pengawasan ekstra untuk menghindari potensi kecelakaan.
AKP Sumari menegaskan bahwa proses pengawalan berjalan lancar tanpa hambatan. "Alhamdulilah, pengawalan berjalan lancar, tidak ada insiden," katanya. Hal ini menunjukkan kesigapan petugas dalam mengelola situasi darurat dan memastikan keamanan para pengguna jalan. Koordinasi yang baik antara kepolisian dan pengelola jalan tol menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Kebijakan ini menjadi contoh respons cepat pihak berwenang dalam menghadapi bencana alam seperti banjir. Dengan mengutamakan keselamatan dan kelancaran lalu lintas, Polda Metro Jaya berhasil memberikan solusi efektif bagi masyarakat yang terdampak. Pengendara motor dapat melanjutkan perjalanan mereka dengan aman, meskipun harus melalui jalur yang tidak biasa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews