Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa lokasi longsor di area Tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, termasuk dalam zona kerentanan gerakan tanah tinggi.
"Tambang galian C Gunung Kuda terletak pada wilayah yang mempunyai proporsi probabilitas kejadian gerakan tanah lebih besar dari 50 persen dari total populasi kejadian," kata Kepala Badan Geologi, M. Wafid, dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jumat (30/5).
Menurut Wafid, zona kerentanan tinggi merupakan daerah yang sering mengalami kejadian gerakan tanah, baik longsoran lama maupun baru.
Kondisi ini, lanjut dia, dipengaruhi oleh intensitas curah hujan tinggi serta kemungkinan adanya aktivitas kegempaan di sekitar wilayah tersebut.
“Gerakan tanah lama dan gerakan tanah baru di lokasi tersebut masih aktif bergerak akibat faktor curah hujan tinggi dan atau gempa bumi,” kata dia, demikian dikutip Antara.
Advertisement
Letak Tambang
Dia menambahkan secara umum kemiringan lereng di area tambang Gunung Kuda tergolong cukup berisiko, dengan sudut kemiringan yang curam dan keberadaan lereng buatan yang terbentuk dari bahan timbunan.
Badan Geologi mengingatkan bahwa aktivitas di zona tersebut harus dilakukan dengan kehati-hatian tinggi, serta memperhatikan rekomendasi teknis mitigasi bencana geologi untuk mencegah terjadinya korban jiwa dan kerusakan lingkungan lebih lanjut.
Advertisement
Jumlah Korban
Sementara itu, data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, per pukul 17.57 WIB, 13 korban meninggal dunia. Seorang di antaranya masih belum teridentifikasi.
"Meninggal dunia 13 jiwa, satu jiwa belum teridentifikasi," kata Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar Hadi Rahmat, dalam keterangannya.
Selain itu, Hadi juga menyampaikan bahwa ada lima orang yang mengalami luka-luka akibat longsor tersebut. Mereka telah dievakuasi ke rumah sakit dan puskesmas terdekat.
"Luka-luka lima jiwa dibawa ke RS Sumber Hurip Kabupaten Cirebon dan Puskesmas terdekat," ata dia.
Hadi menambahkan, BPBD Jabar bersama sejumlah instansi terkait baik dari kepolisian, TNI, Basarnas, dan lain-lain saat ini masih melakukan proses evakuasi.
"Masih dilakukan proses evakuasi oleh tim SAR Gabungan,” pungkas dia.