Atasi Kepadatan, Pemkot Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Malang Jelang Idul Fitri

Pemerintah Kota Malang memberlakukan Rekayasa Lalu Lintas Malang di sejumlah titik pusat perbelanjaan untuk mengurai kepadatan arus kendaraan jelang Idul Fitri 1447 H. Simak detail pengalihannya dan antisipasi libur panjang!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Atasi Kepadatan, Pemkot Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Malang Jelang Idul Fitri
Pemerintah Kota Malang memberlakukan Rekayasa Lalu Lintas Malang di sejumlah titik pusat perbelanjaan untuk mengurai kepadatan arus kendaraan jelang Idul Fitri 1447 H. Simak detail pengalihannya dan antisipasi libur panjang! (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah memberlakukan rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan utama. Kebijakan ini diambil untuk mengurai kepadatan arus kendaraan yang signifikan. Peningkatan aktivitas masyarakat di kawasan pusat perbelanjaan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi pemicu utama penerapan langkah ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini mulai diterapkan per Minggu (15/3). Penerapan ini bersifat insidental dan situasional, disesuaikan dengan perkembangan arus lalu lintas menuju pusat perbelanjaan. Pemantauan berkala terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Widjaja menambahkan bahwa prediksi kepadatan sudah terlihat sejak beberapa hari lalu, bukan karena arus mudik, melainkan karena aktivitas warga yang meningkat. Oleh karena itu, langkah rekayasa lalu lintas ini menjadi respons cepat untuk menjaga kelancaran mobilitas warga di Kota Malang.

Dinas Perhubungan Kota Malang mengidentifikasi beberapa ruas jalan yang sering mengalami kepadatan parah. Jalan Alun-Alun Merdeka Utara ke arah Jalan SW Pranoto dan Jalan Agus Salim menjadi perhatian utama. Lokasi ini seringkali menjadi titik kumpul kemacetan karena adanya beberapa persimpangan yang mengarah dari Jalan Mgr Sugiyopranoto ke Jalan Merdeka Timur.

Widjaja Saleh Putra menegaskan bahwa rekayasa ini adalah respons terhadap lonjakan aktivitas. "Sesuai dengan prediksi kami, karena sejak beberapa hari lalu kepadatan sudah terlihat bukan karena arus mudik. Melainkan, karena aktivitas warga yang meningkat di pusat perbelanjaan sehingga diterapkan rekayasa," katanya.

Petugas Dishub Kota Malang terus melakukan pengawasan di lapangan secara berkala. Hasil pengawasan menunjukkan bahwa kepadatan arus lalu lintas mayoritas terjadi pada sore hingga malam hari, khususnya mulai pukul 16.00 hingga 19.00 WIB. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya masyarakat yang mengarah ke kawasan pusat kuliner untuk berbuka puasa.

Salah satu contoh rekayasa lalu lintas yang diterapkan adalah di persimpangan Jalan Merdeka Timur, tepatnya di depan Mal Ramayana. Arus kendaraan dari Jalan Majapahit dialihkan untuk lurus melewati depan Gereja Kayutangan dan kemudian diarahkan ke Jalan Merdeka Utara. Pengalihan arus ini bertujuan meminimalkan potensi terjadinya kemacetan yang bisa meluas hingga ke kawasan Balai Kota Malang di Jalan Tugu.

Meskipun demikian, Widjaja kembali menekankan bahwa rekayasa ini bersifat sementara dan kondisional. Kebijakan akan terus berlaku hingga arus lalu lintas kembali landai dan normal. Fleksibilitas ini memungkinkan Dishub untuk menyesuaikan strategi sesuai dengan dinamika lalu lintas harian.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan dan memperlancar mobilitas warga yang berbelanja atau mencari hidangan berbuka puasa. Fokus utama adalah menjaga kelancaran arus di area-area vital kota yang menjadi pusat keramaian menjelang hari raya.

Selain fokus pada pusat perbelanjaan, Dishub Kota Malang juga mempertimbangkan potensi perluasan rekayasa lalu lintas. Upaya serupa berpotensi diterapkan di beberapa ruas jalan utama yang menjadi penghubung antara Kota Malang dengan Kabupaten Malang, serta Kota Malang dengan Kota Batu. Hal ini mengingat posisi strategis Kota Malang yang berada di tengah-tengah kedua wilayah tersebut, menjadikannya titik persimpangan penting.

Skema rekayasa lalu lintas menjadi upaya proaktif Dishub setempat untuk meminimalkan terjadinya kemacetan. Posisi geografis Kota Malang yang menjadi pintu gerbang bagi wisatawan dari berbagai arah, terutama saat libur panjang, memerlukan antisipasi khusus. Kepadatan anomali juga diantisipasi karena libur Nyepi berpotensi mengalihkan wisatawan dengan tujuan Bali ke Malang Raya.

Petugas akan terus bersiaga menghadapi lonjakan kendaraan yang mungkin terjadi. Kesiapan ini mencakup pemantauan intensif dan penyesuaian strategi rekayasa secara real-time. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa baik warga lokal maupun wisatawan dapat bergerak dengan lancar di seluruh wilayah Malang Raya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi