Asrama Haji Donohudan Boyolali Rawat 33 Pasien OTG Covid-19
Merdeka.com - Sejak dibuka sebagai tempat karantina beberapa hari lalu, Asrama Haji Donohudan di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, kini merawat 33 pasien positif Covid-19. Puluhan pasien dengan kategori OTG (orang tanpa gejala) tersebut sebagian berasal dari Kota Solo.
"Ada 33 pasien OTG dari Solo Raya (Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen). Paling banyak kota Solo," ujar penanggung jawab isolasi pasien Covid-19 OTG wilayah Solo Raya, Sigit Armunanto, Senin (14/12).
Sigit mengatakan Asrama Haji Donohudan saat ini memiliki 246 kamar yang bisa menampung 875 pasien. Meski memiliki kamar yang cukup banyak, namun pihaknya tidak berharap pasien di asrama haji tersebut akan bertambah. Ia ingin seluruh pasien yang dirawat segera sembuh dan kembali ke rumahnya masing-masing.
Hingga saat ini, lanjut Sigit, belum ada satupun pasien yang sembuh atau dipulangkan. Pihaknya saat ini sedang melakukan tes usap untuk para pasien.
"Hari ini kita adakan swab test, terutama untuk yang sudah berada di asrama selama 5 hari. Kalau hasilnya negatif langsung kita pulangkan," jelasnya.
Sigit menjelaskan, untuk jumlah pasien 33 tersebut dilengkapi dengan 12 petugas medis. Mereka terbagi dalam 3 shift dalam setiap harinya. Selain berolahraga, pasien juga melakukan zum bersama untuk memberikan semangat, sehingga menambah imunitas.
"Ada juga cerita-cerita teman yang sudah sembuh. Kita juga nyanyi lagu lagu perjuangan, barangkali bisa menambah semangat," katanya.
Dikatakan Sigit, selain hanya untuk pasien OTG, Asrama Haji Donohudan juga tidak menerima pasien anak di bawah umur.
"Yang kita isolasi itu yang utama OTG, kemudian orang yang mobilitasnya mandiri. Kalo anak anak kan harus ada yang ngerawat, jadi harus dewasa," tutup Sigit.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya