Asal Usul Sepeda Bambu yang Dipakai Jokowi Saat Hadiri Deklarasi Alumni UI

Sabtu, 12 Januari 2019 19:51 Reporter : Merdeka
Asal Usul Sepeda Bambu yang Dipakai Jokowi Saat Hadiri Deklarasi Alumni UI Deklarasi Alumni UI Dukung Jokowi-Maruf. ©2019 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi hadir dalam Deklarasi Alumni UI untuk Jokowi-Amin. Jokowi datang dengan menggowes sepeda dan naik ke atas panggung. Kedatangannya langsung disambut dengan sorakan meriah dari para peserta.

Ketua Gerakan Alumni UI untuk Jokowi-Amin, Fajar Soeharto menuturkan, kedatangan Jokowi dengan menggowes sepeda sudah direncanakan sebelumnya.

"Kita ingin unik tentu saja, misalnya kita ingin sampaikan juga kita ingin konsen dengan alam, maka sepeda kita pilih daripada kendaraan yang lain. Kedua, sepeda yang kita pilih sepeda buatan Indonesia 100 persen dia terbuat dari bambu, jelas Fajar di Plaza Tenggara, Komplek GBK, Jakarta, Sabtu (12/1).

Sepeda tersebut berasal dari pengrajin di Temanggung, Jawa Tengah, bernama Singgih Susilo Kartono. Dia lulusan Universitas ITB. Sepeda ini pun sudah dipasarkan secara internasional.

Setelah Jokowi naik panggung, musisi kondang, Addie MS selaku konduktor paduan suara massa, langsung memimpin ribuan peserta yang hadir untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Acara lalu dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh alumni Universitas Indonesia, Lala Karmela.

"Kami lihat Indonesia maju pesat di berbagai bidang berkat kerja keras Bapak Joko Widodo. Demi Indonesia, kami alumni UI dan semua yang hadir di sini menyatakan dukungan kami kepada calon presiden dan calon wakil presiden Indonesia periode 2019-2024, Jokowi-Amin," ungkap Lala.

Dihadiri Ribuan Peserta

Fajar mengatakan, acara deklarasi ini dihadiri oleh ribuan peserta dari 18 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, serta organisasi masyarakat. Para peserta pun datang atas inisiatif mereka karena kepeduliannya bersama.

Baginya, acara deklarasi ini tak ubahnya sebagai reuni besar di mana para peserta saling berkenalan dan berteman di dalamnya.

"Kurang lebih rasanya kalau 9.000 saja sebenarnya pasti sampai segitu. Sekitar siang tadi kita dapat hitungan sekitar 7.000 sampai hampir 8.000, padahal waktu itu masih macet sampai ujung sana, tapi 8.000 - 9.000 rasanya," jelas Fajar.

"Artinya itu jauh dari perkiraan waktu kami menyampaikan prescon, waktu itu kami perkirakan sekitar 5.000, alhamdullilah sampai lebih, tandasnya.

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini