AS Gelar KTT Dewan Perdamaian Gaza 19 Februari, Dorong Gencatan Senjata dan Rekonstruksi

Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari 2026, berupaya mendorong tahap kedua gencatan senjata serta menggalang dana untuk rekonstruksi Gaza yang terdampak perang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
AS Gelar KTT Dewan Perdamaian Gaza 19 Februari, Dorong Gencatan Senjata dan Rekonstruksi
Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari 2026, berupaya mendorong tahap kedua gencatan senjata serta menggalang dana untuk rekonstruksi Gaza yang terdampak perang. (AntaraNews)

Gedung Putih berencana menyelenggarakan pertemuan tingkat pemimpin (KTT) Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) pada 19 Februari 2026 mendatang. Pertemuan penting ini bertujuan untuk memajukan tahap kedua gencatan senjata di Gaza, sekaligus menggalang dana signifikan bagi upaya rekonstruksi wilayah Palestina yang hancur akibat konflik. Rencananya, KTT ini akan dilangsungkan di Institute of Peace, Washington.

KTT Dewan Perdamaian Gaza ini akan menjadi pertemuan perdana bagi Dewan tersebut, yang juga berfungsi sebagai konferensi penggalangan dana vital untuk pembangunan kembali Gaza. Inisiatif ini menandai langkah konkret Amerika Serikat dalam mencari solusi jangka panjang bagi krisis kemanusiaan dan perdamaian di kawasan tersebut. Berbagai negara telah dihubungi untuk memastikan partisipasi aktif dalam agenda krusial ini.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah memulai proses undangan kepada puluhan negara, melibatkan para pemimpin dunia untuk membahas aspek logistik dan substansi pertemuan. Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai daftar peserta, persiapan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran acara. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan komitmen bersama dari komunitas internasional.

Persiapan KTT dan Undangan kepada Para Pemimpin

Pemerintah Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, telah aktif menjalin komunikasi dengan berbagai negara untuk mengundang para pemimpin mereka menghadiri KTT Dewan Perdamaian Gaza. Proses ini mencakup diskusi mengenai jadwal, agenda, serta detail logistik lainnya guna memastikan partisipasi yang luas dan efektif. Upaya ini menunjukkan komitmen AS untuk melibatkan komunitas internasional dalam penyelesaian konflik Gaza.

Seorang pejabat AS yang dikutip oleh Axios menyatakan bahwa pertemuan ini akan menjadi yang pertama bagi Dewan Perdamaian Gaza, sekaligus menjadi platform utama untuk penggalangan dana rekonstruksi. Meskipun masih dalam tahap perencanaan awal, antusiasme untuk menyukseskan KTT ini terlihat jelas dari upaya pendekatan yang dilakukan Gedung Putih.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump pada 18 Februari, sehari sebelum KTT Dewan Perdamaian Gaza. Netanyahu telah menerima undangan Trump untuk bergabung dalam dewan tersebut, namun hingga kini belum menandatangani piagam keanggotaannya. Pertemuan bilateral ini kemungkinan akan menjadi diskusi penting terkait partisipasi Israel dalam inisiatif perdamaian tersebut.

Potensi Kehadiran Benjamin Netanyahu dan Implikasinya

Kehadiran Benjamin Netanyahu dalam KTT Dewan Perdamaian Gaza akan menjadi sorotan utama, mengingat jadwal pertemuannya dengan Presiden Trump sehari sebelumnya. Jika Netanyahu memutuskan untuk hadir, ini akan menandai kemunculan publik pertamanya bersama para pemimpin Arab dan Muslim sejak serangan 7 Oktober oleh Hamas, serta serangan balasan Israel ke Jalur Gaza.

Partisipasi Netanyahu dalam pertemuan semacam itu dapat mengindikasikan adanya pergeseran dinamika regional dan potensi dialog yang lebih luas antara Israel dengan negara-negara Arab dan Muslim. Hal ini bisa menjadi langkah awal menuju normalisasi hubungan atau setidaknya membuka saluran komunikasi yang lebih konstruktif. Namun, keputusan akhir Netanyahu masih dinantikan.

Dewan Perdamaian Gaza sendiri diamanahi untuk mengawasi pengakhiran permanen perang di Gaza, penyelesaian krisis sandera, perlindungan warga sipil, rekonstruksi Jalur Gaza, serta kemajuan proses perdamaian Israel-Palestina yang berkelanjutan. Kehadiran semua pihak terkait, termasuk Israel, dianggap krusial untuk mencapai tujuan-tujuan ini.

Status Rencana dan Tanggapan Gedung Putih

Rencana penyelenggaraan KTT Dewan Perdamaian Gaza ini masih berada pada tahap awal dan dapat mengalami perubahan. Seorang sumber kepada Axios menjelaskan bahwa belum ada yang dikonfirmasi secara final, namun pemerintah AS terus merencanakannya dan memeriksa ketersediaan para pemimpin yang diundang.

Gedung Putih sendiri menolak memberikan komentar resmi terkait detail lebih lanjut mengenai KTT yang diusulkan ini. Sikap ini menunjukkan bahwa proses diplomatik dan persiapan masih berlangsung di balik layar, dengan kehati-hatian dalam menyampaikan informasi ke publik. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons negara-negara yang diundang dan dinamika politik regional.

Meskipun demikian, inisiatif pembentukan Dewan Perdamaian Gaza ini telah menarik perhatian luas, dengan beberapa negara menyatakan bergabung. Indonesia, misalnya, telah masuk dalam daftar negara yang bergabung dengan Dewan Perdamaian ini. Hal ini menunjukkan adanya dukungan internasional terhadap upaya perdamaian yang digagas oleh AS.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi