Pembangunan jembatan gantung di berbagai daerah di Sumatra Utara mencerminkan semangat gotong royong masyarakat pascabencana banjir dan longsor. Meskipun sebagian warga terkena dampak, mereka tetap berkontribusi dalam mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak untuk memulihkan akses dan aktivitas sehari-hari.
Dalam pantauan di lapangan, terlihat bahwa warga tidak membiarkan aparat TNI bekerja sendirian di lokasi pembangunan jembatan. Mereka aktif membantu dengan mengangkut batu, menggali tanah, mencampur semen, serta mengangkat tanah dan pasir menggunakan gerobak, bahkan ikut memotong besi untuk fondasi dan konstruksi.
Suara gesekan dan tabrakan antar batu di galian fondasi menjadi tanda bahwa jembatan yang sedang dibangun adalah untuk kepentingan bersama, yaitu menghubungkan kembali akses yang sempat terputus. Salah satu contoh kegiatan gotong royong terlihat di pembuatan jembatan gantung di Desa Ujung Batu, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), di mana warga dan personel TNI bekerja sama mengangkut batu ke lokasi pembangunan.
Selain itu, gotong royong juga terlihat dalam rehabilitasi jembatan gantung di Desa Rondaman, Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padang Lawas Utara, di mana warga ikut mengangkut pasir dan mencampur bahan untuk fondasi jembatan.
Pembangunan jembatan juga berlangsung di Desa Sipan, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapteng, di mana jembatan gantung ini berfungsi sebagai penghubung antara Desa Sipan dan Kelurahan Sihaporas. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan akses antar wilayah dapat kembali normal, dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar. Keseluruhan proses ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat dalam menghadapi tantangan pascabencana, serta menciptakan infrastruktur yang lebih baik untuk masa depan.
Advertisement
Di Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng, terlihat aktivitas serupa. Masyarakat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan dan persiapan pondasi. Di lokasi lain, penggalian tanah untuk fondasi sedang dilakukan untuk pembangunan jembatan gantung di Tukka, Tapteng, serta di kawasan Bonalumban-Tukka.
Selain jembatan gantung, proyek infrastruktur juga meliputi jembatan armco di Jalan Amblas, Kelurahan Hutanabolon Link IV, Kecamatan Tukka, Tapteng, yang dikerjakan dengan bantuan alat berat di beberapa titik.
Di sisi lain, progres pembangunan jembatan di perbatasan Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, dan Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang, telah mencapai sekitar 90 persen. Pembangunan ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana melibatkan tidak hanya aparat, tetapi juga kolaborasi warga.
Gotong-royong yang terjalin di lapangan menjadi sumber energi penting agar akses antarwilayah kembali normal, sehingga masyarakat dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari seperti biasa.