Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Antusiasme bocah Sintiya belajar mengenal pesawat di Lanud Gading

Antusiasme bocah Sintiya belajar mengenal pesawat di Lanud Gading Bocah SD Belajar Mengenal Pesawat. ©2017 merdeka.com/purnomo edi

Merdeka.com - Sesosok anak kecil berkacamata hitam mengenakan kerudung putih nampak asyik meraba sebuah pesawat terparkir di Lapangan Udara (Lanud) Gading, Playen, Gunungkidul, Rabu (26/4). Sembari meraba setiap jengkal bodi pesawat, senyum dan anggukan kepala sesekali terlihat dari perempuan mungil.

"Ini tempat menyetir pesawat," ujar seorang perempuan paruh baya yang mendampingi anak kecil berkacamata hitam itu.

Sekali lagi anggukan kepala dilakukan anak kecil saat mendengar penjelasan dari perempuan yang menemaninya. Jari mungilnya sesekali digunakan untuk mengetuk bagian-bagian di kokpit pesawat.

Anak kecil berkacamata hitam itu adalah Sintiya Larasati. Usianya 8 tahun dan dia adalah seorang penyandang tunanetra. Saat ini Sintiya bersekolah di SLB Negeri 1 Gunungkidul. Sedangkan perempuan paruh baya yang sedang menemaninya adalah Sumirah yang merupakan guru pendamping Sintiya.

Sumirah dengan setia dan penuh kasih menjelaskan kepada Sintiya setiap bagian dan lekuk pesawat. Setiap kali Sintiya meraba bagian pesawat, Sumirah pun memberi penjelasan nama dan fungsi bagian dari pesawat itu.

"Belum tahu bentuknya seperti apa. Baru pertama kali ini memegang pesawat. Cuma bisa tahu kalau bentuknya besar," ungkap Sintiya usai meraba seluruh bagian pesawat.

Meskipun belum bisa membayangkan seperti apa bentuk pesawat yang dirabanya, Sintiya tetap merasa gembira. Sebab, Sintiya bisa meraba dan memegang langsung benda bernama pesawat yang kerap didengarnya.

"Sering pada cerita tentang pesawat. Katanya bisa terbang tinggi di langit terus warna-warni ada lampunya. Sekarang akhirnya bisa megang pesawat langsung," ucap penggemar pelajaran matematika.

Sumirah menjelaskan bahwa dirinya sengaja mengajak Sintiya datang ke Lanud Gading untuk mengenalkan pesawat. Selain Sintiya, lanjut Sumirah, ada tiga orang murid lainnya yang turut diajak untuk mengenal lebih dekat tentang pesawat.

"Ada empat siswa yang saya ajak dari total 130 orang siswa di SLB Negeri 1 Gunungkidul. Keempat siswa ini semuanya penyandang tunanetra. Selama ini mereka hanya mengetahui dari miniatur pesawat yang kita miliki. Mereka senang sekali bisa mengetahui langsung seperti apa pesawat itu," jelas Sumirah saat ditemui di pembukaan Yogja Internasional Air Show (2017) yang dilaksanakan di Lanud Gading. (mdk/gil)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP