Antisipasi aksi teror, warga diminta galakkan siskamling
Merdeka.com - Polisi meminta warga kembali mengaktifkan kembali budaya Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) setelah serangkaian teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Warga diminta mengaktifkan kembali siskamling guna mengantisipasi aksi terorisme.
"Tidak ada salahnya budaya Siskamling untuk diaktifkan lagi. Ini penting untuk memperoleh informasi lebih cepat, akurat dari masyarakat terkait pengamanan," kata Kombes Polisi Stephen Napium, Karo Ops Polda Sulsel, saat ditemui usai kegiatan pemusnahan miras di lapangan belakang Polda Sulsel, Senin, (14/5).
Dia mengatakan, hal paling kecil yang bisa dilakukan untuk mengamankan daerah agar peristiwa yang terjadi di Surabaya tidak merembes ke wilayah Sulawesi Selatan adalah pemantauan situasi di tingkat polsek-polsek, koramil, Kodim, anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa intensif dekati masyarakat terlebih komunitas yang ada di dalamnya. Karena merekalah yang tahu perkembangan sekecil apapun yang ada di wilayahnya masing-masing.
Selain berjaga-jaga dari serangan terorisme agar tidak kecolongan, jajaran Polda Sulsel saat ini juga tengah disibukkan dengan pengamanan Pilkada. Di antaranya pengamanan Pilwalkot Makassar yang saat ini sementara dalam upaya penyelesaian sengketa.
Dia mengimbau kepada masyarakat, jangan ada pihak yang berniat memanfaatkan situasi kekacauan oleh ledakan bom di Surabaya itu dengan ikut membuat kekacauan yang sama namun bermotif politik di wilayah Sulsel.
"Kita berharap semua pendukung paslon dan paslonnya sendiri tidak menghalalkan segala cara dengan menggunakan cara-cara seperti itu (ledakan bom)," tandas Stephen Napium.
Diketahui, tahun 2012 lalu terjadi insiden pelemparan bom di panggung orasi saat perayaan HUT Partai Golkar. Di atas panggung itu, Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulsel tengah pidato. Tidak ada korban jiwa namun pelaku melarikan diri dan baru ditangkap tahum 2017 lalu.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya