Angin Kencang Terjang Kupang, BPBD Catat 25 Rumah Rusak dan Satu Korban Luka

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang melaporkan 25 unit rumah rusak akibat terjangan angin kencang di Kupang pada Sabtu dini hari, dengan satu korban luka sedang dirawat medis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Angin Kencang Terjang Kupang, BPBD Catat 25 Rumah Rusak dan Satu Korban Luka
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang melaporkan 25 unit rumah rusak akibat terjangan angin kencang di Kupang pada Sabtu dini hari, dengan satu korban luka sedang dirawat medis. (AntaraNews)

Angin kencang menerjang wilayah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (24/1) dini hari sekitar pukul 00.30 WITA. Peristiwa alam ini menyebabkan kerusakan signifikan pada puluhan rumah warga di berbagai lokasi. Data sementara menunjukkan setidaknya 25 unit rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang yang datang secara tiba-tiba tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang segera merespons kejadian ini dengan melakukan pendataan awal. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Riko Umar, menyampaikan bahwa timnya masih terus bekerja di lapangan. Pendataan lanjutan diperlukan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang tepat sasaran.

Kejadian ini juga menimbulkan korban luka, di mana satu warga dilaporkan terkena seng yang terbawa angin kencang dan sedang menjalani perawatan medis. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat prediksi cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung di wilayah NTT sepanjang bulan Januari.

Dampak angin kencang di Kupang sangat terasa, dengan total 25 unit rumah warga mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, enam rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara 19 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Kerusakan ini tersebar di beberapa area, menunjukkan luasnya cakupan terjangan angin.

Selain rumah warga, angin kencang juga merusak atap Gedung GMIT Yegar di Sahaduta Belo. Gereja tersebut diketahui baru selesai direnovasi dan baru digunakan oleh umat setempat selama empat bulan. Kerusakan pada fasilitas umum ini menambah daftar kerugian akibat bencana alam tersebut, membutuhkan upaya perbaikan lebih lanjut.

BPBD Kota Kupang bersama pemerintah setempat terus memantau kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah-langkah penanganan lanjutan. Pendataan jumlah jiwa yang terdampak masih terus dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan dapat tepat sasaran. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membantu pemulihan kondisi warga pasca-bencana.

BPBD Kota Kupang mengingatkan masyarakat untuk selalu mewaspadai cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut. Pengalaman sebelumnya, di mana angin kencang juga sempat menerjang rumah warga di Kecamatan Alak dan merusak puluhan rumah, menjadi pelajaran berharga. Kewaspadaan ini penting untuk meminimalkan risiko dan dampak yang lebih besar.

Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan terus terjadi selama bulan Januari ini. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Informasi cuaca terkini harus selalu dipantau untuk mengambil tindakan preventif.

Masyarakat diimbau untuk mengambil langkah-langkah antisipasi, seperti memeriksa kondisi atap rumah, memangkas pohon yang berpotensi tumbang, dan menyiapkan rencana evakuasi jika diperlukan. Koordinasi dengan pihak BPBD dan aparat desa/kelurahan setempat juga sangat dianjurkan. Kesiapsiagaan kolektif menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana alam.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi