Angin kencang rusak fasilitas Stasiun LRT dan kompleks JSC Palembang

Sabtu, 27 Oktober 2018 19:51 Reporter : Irwanto
Angin kencang rusak fasilitas Stasiun LRT dan kompleks JSC Palembang Diterjang angin kencang, Stasiun LRT dan kompleks JSC Palembang ambruk. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Hujan lebat disertai angin kencang menghantam wilayah Kota Palembang dan sekitarnya, Sabtu (27/10) sore. Akibatnya, banyak fasilitas umum rusak dan pepohonan roboh.

Salah satunya adalah Stasiun Light Rail Transit (LRT) DJKA di Jakabaring, Palembang. Plafon di ruang tunggu ambruk sehingga otomatis membuat perlengkapan di dalamnya ikut hancur.

Sejumlah fasilitas di Jakabaring Sport City (JSC) juga porak-poranda. Seperti venue dayung, tenis, atletik, toilet umum, dan dua unit lampu sorot stadion. Puluhan pohon di komplek itu juga roboh menimpa jalanan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LRT Sumsel Suranto mengungkapkan, untuk keselamatan penumpang, naik turun akan dialihkan ke Stasiun Jakabaring. Sementara perbaikan dimulai besok hingga sepekan ke depan.

"Benar, ada plafon Stasiun LRT DJKA yang ambruk. Sekarang sudah ditutup, dialihkan ke Stasiun Jakabaring," ungkap Suranto.

Pengawas Kebersihan, Keamanan dan Ketertiban PT JSC Palembang Rusli Nawi mengatakan, pihaknya tengah menginventarisir kerusakan yang diakibatkan angin kencang sore tadi. Dari pengamatannya, kerusakan terbilang parah ditambah banyak pohon yang tumbang.

"Masih kita inventarisir berapa kerugian. Namun, kelihatannya banyak yang rusak," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Palembang Nuga Putrantijo mengingatkan warga untuk waspada dengan adanya potensi hujan deras disertai angin kencang seiring peralihan musim. Kondisi itu bisa diketahui jika langit terdapat awan hitam pekat.

"Hujan lebat dan angin kencang yang terjadi di Jakabaring sore tadi diakibatkan awan Cumulonimbus dengan kondisi udara yang relatif hangat di sekitar daerah pertumbuhan awan tersebut menyebabkan perbedaan tekanan yang sangat signifikan sehingga dapat menimbulkan angin kencang," terangnya.

Menurut dia, potensi itu bisa terjadi di beberapa daerah. Seperti Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Palembang, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muara Enim. Kondisi itu juga dapat meluas ke sebagian wilayah Prabumulih, PALI, OKU, OKU Timur dan sekitarnya.

"Warga segera berlindung jika terjadi hujan deras dan angin kencang karena sangat bahaya pada peralihan musim seperti sekarang," imbaunya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Angin
  2. LRT
  3. Stadion Jakabaring
  4. Palembang
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini